Logo Saibumi

4 Fakta Kasus Pengeroyokan Anggota TNI AD Tewas Ditusuk

4 Fakta Kasus Pengeroyokan Anggota TNI AD Tewas Ditusuk

Saibumi.com (SMSI) - Seorang anggota TNI AD meninggal dunia usai dikeroyok dan ditusuk sekelompok orang tak dikenal pada Minggu (16/1/2022).

Dua warga sipil lainnya yang berusaha melerai perkelahian itu turut menjadi korban luka-luka.

BACA JUGA: Lakukan Pelecehan pada Korban Pemerkosaan saat Lapor Polisi, Kapolda Copot Jabatan Kasat Reskrim

Peristiwa itu terjadi di kawasan Waduk Pluit, Jakarta Utara, tepatnya di sekitar Taman Burung.

Berikut fakta-fakta kasus pengeroyokan dan penusukan anggota TNI AD tersebut:

 

  1. 11 saksi dan 1 orang tersangka

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Wibowo mengatakan, pihaknya telah memeriksa 11 saksi terkait kasus pengeroyokan dan penusukan seorang anggota TNI AD serta dua warga sipil.

"Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap 11 saksi. 10 saksi dari masyarakat biasa dan satu saksi dari rekan korban, TNI," ujar Wibowo di Markas Polres Metro Jakarta Utara, Senin (17/1/2022).

Salah satu pelaku yang sudah ditangkap berinisial R, yang berperan memiting korban. Kemudian, tersangka B memukul korban.

 

  1. Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan saksi, korban anggota TNI bernama Sahdi (23) sedang minum kopi di sekitar lokasi kejadian, di kawasan Taman Burung, Waduk Pluit, Jakarta Utara, Minggu (16/1/2022).

Tiba-tiba, datang rombongan pelaku yang menanyakan asal-usul orang yang mereka cari dari kelompok tertentu.

Saat kejadian, korban yang ditanya tidak menjawab sehingga dipukul oleh tersangka B yang dibalas pukul juga oleh korban.

"Pada saat korban balas pukul ini, langsung dipiting oleh tersangka R yang sudah kami amankan dan (korban) ditusuk oleh tersangka B," kata dia.

Wibowo menyebutkan, korban dan pelaku tidak saling mengenal dan tidak memiliki masalah.

Adapun korban merupakan anggota TNI dari kesatuan Yon Infantri 303 Garut. Dia berada di Jakarta untuk berobat dan melakukan terapi.

Saat peristiwa terjadi, korban bersama rekannya sedang minum kopi di lokasi kejadian.

Atas kejadian ini, polisi mengamankan tiga orang. Wibowo mengatakan, dari ketiga orang yang ditangkap, baru satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Tiga orang kami amankan. Dari hasil pemeriksaan, satu orang ditetapkan sebagai tersangka dan dua orang hanya sebagai saksi," kata dia.

Wibowo menuturkan, dari tiga orang yang diamankan itu telah terbukti satu orang di antaranya merupakan tersangka.

 

  1. Tersangka lain masih cari

Polisi juga masih mencari tersangka lain atas kasus tersebut.

Kepala Unit Reskrim (Kanit Reskrim) Polsek Metro Penjaringan AKP M Fajar mengatakan, saat ini polisi sudah mengamankan seorang tersangka.

"Intinya sudah diamankan satu orang tersangka. Sekarang sedang mencari tersangka yang lain, sedangkan untuk identitasnnya sudah diketahui" ujar Fajar, Senin (17/1/2022).

 

  1. Puspom TNI turun tangan

Sebelumnya, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI juga turut mendalami kasus ini.

Tiga anggota Puspom TNI mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) yang telah dipasang garis polisi.

"Sedang pendalaman, dari Puspom TNI ditugaskan untuk mendalami kasus ini," ujar salah satu anggota Puspom di TKP, Senin (17/1/2022).

Dia mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian terkait kasus tersebut.

Petugas Puspom tersebut membenarkan bahwa seorang pelaku telah tertangkap. Namun, kata dia, berdasarkan informasi yang baru diterimanya hingga saat itu, terdapat empat pelaku.

Saat kejadian dua orang menunggu di motor, sedangkan dua lainnya melakukan aksi pengeroyokan.

Sebelum kejadian, kata dia, para pelaku sempat mabuk-mabukan dari tempat lain dan datang ke TKP untuk mencari orang yang dimaksud.

"Ada yang ngompori, ketemu sama korban. Korban ditanya (orang yang dicari), korban diam saja. Terus korban dipukul, setelah korban dipukul tersangka, dibalas pukul. (Tersangka) jatuh, mengeluarkan senjata tajam, nusuk," kata dia.

Namun, dia memastikan bahwa antara korban dan tersangka tidak saling mengenal serta tidak memiliki unsur dendam.

 

  1. Penjelasan  saksi

Hal senada dituturkan seorang saksi bernama Hendro (40). Dari jarak sekitar 20 meter, dia melihat ada empat orang yang memakai sepeda motor turun mencari orang.

"Waktu itu nanya-nanya orang sini, yang dicarinya siapa tidak mengerti. Cuma waktu itu ada yang lagi nongkrong, dia main tanya, enggak tahu yang diomongin apa, tapi main tusuk aja, kejadiannya seperti itu," ujarnya dia.

Hendro mengatakan, salah satu tetangganya yang bernama Soleh turut menjadi korban peristiwa tersebut.

Kejadian itu, kata dia, terjadi di depan warung dan pelaku menusuk pengunjung yang sedang nongkrong di warung tersebut. (Kompas)

 

 

BACA JUGA: Mengidap Ganguan Jiwa Warga Ngawen Nekad Gantung Diri

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong