Logo Saibumi

Wisata Kapal Pinisi Ala Labuhan Bajo Bisa Dinikmati di Lampung, Berikut Sejarah Kapal Legendaris

Wisata Kapal Pinisi Ala Labuhan Bajo Bisa Dinikmati di Lampung,  Berikut Sejarah Kapal Legendaris

Ilustrasi wisata kapal pinisi pertama di Lampung sensasi liburan bersama keluarga tak terlupakan (Foto/Dok.Indahnesia)

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Memasuki awal tahun tentu segudang harapan bisa mencairkan suasana di sela-sela aktifitas padat terlebih selama dua tahun lebih kita menghadapi pandemi Covid-19. Rabu, (12/01/2022)

 

Mengambil jatah berlibur di akhir pekan, tidak ada salahnya keluarga atau rekan kerja menikmati sejenak refreshing ke alam bebas maupun hamparan pantai yang juga indah panorma alamnya.

 

Tahukah, awal tahun baru ini wisata di lampung memiliki destinasi yang cukup menarik perhatian para pelancong maupun wisatawan yang ingin berlibur bersama keluarga dengan sensasi yang berbeda.

 

Biasanya berlibur ke vila atau hotel menjadi alternatif kini bisa coba berlibur di kapal pinisi, tapi jauh banget di labuhan bajo? Tenang wisata kapal pinisi hadir pertama di lampung. Seru yah, tapi sebelum kita berlibur cari tahu dulu apa itu kapal pinisi

 

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar dan juga termasuk sebagai salah satu bangsa yang memiliki tradisi kelautan kuat. Salah satu bukti nyata adalah kapal pinisi yang dipercaya sudah ada sejak tahun 1500-an.

 

Kapal pinisi ini juga merupakan identitas bagi bangsa Indonesia sebagai bangsa pelaut yang unggul. Menyebutkan kapal pinisi dalam sejarah kemaritiman mampu mengarungi samudera yang luas hingga sampai di Semenanjung Malaka, Filipina, Australia Utara, Madagaskar hingga ke Meksiko.

 

Dikutip dari suara.com, Kapal Pinisi asal Sulawesi Selatan resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Penetapan ini tercatat sebagai PINISI: Art of Boatbuilding in South Sulawesi atau seni dalam pembuatan Kapal Pinisi di Sulawesi Selatan.

 

Meski sudah diakui UNESCO, sayangnya masih sedikit masyarakat Indonesia yang mengetahui tentang asal muasal sejarah, cara pembuatan, hingga fakta unik seputar Kapal Pinisi.

 

Sejarah Singkat Kapal Pinisi


Kapal Pinisi adalah kapal kayu legendaris yang berasal dari Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang diperkirakan sudah dibuat sejak abad ke-14 atau tahun 1400-an.

 

Kini sebagian besar kapal pinisi dibuat di Tana Beru, salah satu daerah di Bulukumba, yaitu wilayah yang ditinggali para leluhur yang secara turun temurun membuat pinisi, dengan cara gotong royong.

 

Kapal pinisi merupakan sejenis kapal layar tradisional dari Suku Bugis, yang memang sejak zaman dahulu terkenal sebagai pembuat perahu dan pelaut.

 

Perahu tradisional Suku Bugis ini, kerap digunakan para leluhur untuk mencari nafkah berlayar hingga Eropa dan Afrika. Itulah kenapa, kapal pinisi pernah tercantum dalam mata uang Indonesia, salah satunya uang lembar Rp 100 berwarna merah.

 

Menurut sejarah, kapal pinisi juga disebut sudah digunakan para raja dan pangeran. Salah satu yang terkenal adalah Sawerigading, Putra Mahkota Kerajaan Luwu. Ia dianggap sebagai orang yang pertama kali membuat pinisi.

 

Berdasarkan riwayat, pangeran Sawerigading kerap menggunakan kapal pinisi untuk berlayar menuju Tiongkok, China. Menurut kabar, kepergian pangeran tersebut bertujuan ingin meminang putri kerajaan Tiongkok bernama Putri We Cudai.

 

Tidak hanya berhasil sampai di Tiongkok dengan kapal pinisi, Pangeran tersebut juga berhasil menikahi Putri We Cudai, dan kembali ke kerajaan dengan menggunakan kapal pinisi.

 

Sayangnya, nasib nahas menimpa pangeran Sawerigading. Menjelang sampai di kerajaan, kapal pinisi yang dinaikinya terhantam ombak besar, dan serpihan kapal pinisi terdampar di tiga desa, salah satunya di Tanah Beru.

 

Akhirnya ketiga desa menyatukan kembali serpihan kapal, dan berhasil dirakit kembali menjadi kapal. Satu kampung membuat badan kapal, satu kampung merancang kapal, dan kampung Tanah Beru menyatukan dan merakitnya kembali jadi satu.

 

Diketahui Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI optimistis potensi wisata eksklusif kapal pinisi hingga di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur akan segera kembali bangkit dari keterpurukan setelah satu setengah tahun tidak beroperasi di masa pandemi Covid-19. Mau berlibur tak perlu jauh-jauh di lampung sudah bisa dinikmati. Ayo Liburan! (Red)

 

 

Sumber: sahabatlokal.com, suara.com

BACA JUGA: Kepala BNN Lampung: Sekitar 31.811 Orang di Lampung Pernah Pakai Narkoba

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong