Logo Saibumi

Budaya Lampung: Mengenal Senjata Tradisinal Lampung

Budaya Lampung: Mengenal Senjata Tradisinal Lampung

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Lampung  adalah sebuah provinsi paling selatan di pulau Sumatra, Indonesia, dengan  pusat pemerintahan berada di kota Bandar Lampung.

 

Provinsi ini memiliki dua kota yaitu kota Bandar Lampung dan kota Metro serta 13 kabupaten.

BACA JUGA: Jelang Tahun Baru, Tingkat Hunian Hotel di Lampung Meningkat

 

Posisi provinsi Lampung secara geografis di sebelah Barat berbatasan dengan Samudra Hindia, di sebelah Timur dengan Laut Jawa, di sebelah Utara berbatasan dengan provinsi Sumatra Selatan, dan di sebelah Selatan berbatasan dengan Selat Sunda.

 

Provinsi Lampung juga  terkenal dengan potensi alam yang sangat beragam mulai dari pegunungan hingga bahari.

 

Selain itu sumber daya alam yang sangat melimpah, Lampung juga terkenal dengan kekayaan budaya yang tidak kalah tersohor bila dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain yang ada di Pulau Sumatera.

 

Salah satunya adalah dalam bidang senjata tradisionalnya.

 

Yuk simak senjata tradisional yang dimiliki Lampung:

 

  1. Badik

Kita mungkin lebih mengenal badik adalah salah satu senjata tradisional khas Sulawesi. Tetapi ternyata dalam budaya masyarakat Lampung, senjata ini juga sangat populer dipakai masyarakatnya untuk melindungi diri, baik dari serangan musuh ataupun serangan binatang buas.

 

  1. Terapang

Terapang atau tekhapang merupakan senjata tradisional Lampung yang paling populer. Senjata ini adalah keris khas Lampung yang biasa dipakai para bangsawan di masa silam untuk menjaga diri dari serangan musuh.

  1. Payan

Payan merupakan sejenis tombak dengan gagang yang cukup panjang sekitar 150 cm - 180 cm. Mata tombaknya sendiri dibuat dari besi dengan ujung yang melancip.

  1. Candung

Dari semua senjata tradisional Lampung, Cadung adalah senjata yang paling sering dipakai, bahkan hingga saat ini. Candung ini sebetulnya adalah perkakas rumah tangga yang selalu dipakai untuk kegiatan sehari-hari seperti ketika berladang, bekerja di dapur, atau untuk melindungi diri ketika berada di hutan.

Candung merupakan sebilah golok biasa. Panjangnya sekitar 30 - 50 cm dengan bilat terbuat dari baja atau logam dan gagangya terbuat dari kayu.

Berdasarkan kegunaannya, candung dibagi 3 jenis, yaitu:

  1. Candung rampak alu (digunakan di dapur atau keperluan sehari-hari),
  2. Candung kawik (digunakan pria untuk bekerja),
  3. dan candung lancip (digunakan untuk keperluan khusus seperti menyembelih hewan atau berperang). Di daerah Lampung pesisir, candung juga dikenal dengan nama Laduk.

 

Demikian pembahasan kita seputar Kebudayaan Lampung, kami akan menambahkan lebih banyak lagi nantinya.

 

BACA JUGA: Jelang Tahun Baru, Tingkat Hunian Hotel di Lampung Meningkat

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA