Saibumi.com(SMSI), Kulonprogo - Pemerintah Kabupaten Kulonprogo berharap angka kemiskinan diwilayahnya pada tahun 2021 bisa turun. Meski sempat menurun di angka 17,3 % pada tahun 2019, namun angka kemiskinan kembali naik pada tahun 2020 lalu, menjadi 18,01 %.
Kepala Bappeda Kulonprogo, Triyono mengatakan, Faktor utama dari kenaikan ini adalah Pandemi Covid-19 yang melanda. Faktor lainnya adalah selesainya pembangunan Bandara yang menyebabkan bertambahnya kemiskinan khususnya di wilayah Kapanewon Temon.
"Beragam upaya sudah dilakukan untuk menurunkan angka kemiskinan, seperti dengan memberi bantuan sosial (bansos) pada masyarakat terdampak pandemi covid-19," ucap Triyono, di Kulonprogo, baru-baru ini.
BACA JUGA: DPRD Kulonprogo Desak Pemkab Tutup TOMIRA di Pusat Kota
Triyono menambahkan, dalam upaya menurunkan angka kemiskinan perlu sinergi semua pihak hingga tingkat bawah. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah RPJMD 2017-2022 sesuai peraturan daerah (perda) nomor 12 tahun 2017, angka kemiskinan tahun 2021 ditargetkan di angka 14,75 persen dan tahun 2022 di angka 13,25 persen. (Tuti)
BACA JUGA: DPRD Kulonprogo Desak Pemkab Tutup TOMIRA di Pusat Kota
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 649
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 303
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 241
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 201
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 190
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 78
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 56
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 55
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 55
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 49
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 47
BERLANGGANAN BERITA