Foto: Ilustrasi
Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan Omicron merupakan temuan virus varian terbaru yang harus di waspadai meski sudah di vaksin sekalipun.
Pasalnya, varian virus corona Omicron lebih menular daripada strain Delta dan mengurangi kemanjuran vaksin. Namun kabar baiknya, varian ini menyebabkan gejala yang tidak terlalu parah menurut data awal.
BACA JUGA: Breaking News: PPKM Jawa-Bali Resmi Diperpanjang Hingga 3 Januari 2022
Varian Delta, pertama kali diidentifikasi di India awal tahun ini, bertanggung jawab atas sebagian besar infeksi virus corona di dunia. Tetapi penemuan Omicron di Afrika Selatan di bulan lalu mendorong negara-negara di seluruh dunia untuk memberlakukan larangan perjalanan di negara-negara Afrika selatan.
Banyak negara juga memberlakukan kembali pembatasan domestik untuk memperlambat penyebarannya. Saat ini varian Omicron telah ditemukan di lebih dari 60 negara.
Sejumlah bukti menunjukkan bahwa varian baru itu mengurangi perlindungan vaksin, namun data klinis tentang tingkat keparahan yang disebabkannya masih terbatas, kata WHO dalam pengarahan teknis yang dirilis pada Minggu.
Ketidakjelasan informasi yang cukup besar menyelimuti varian itu, yang pertama kali terdeteksi bulan lalu di Afrika Selatan dan Hong Kong, dan mutasinya memicu penularan lebih tinggi dan kasus COVID-19 lebih banyak.
"Risiko keseluruhan terkait varian baru yang diwaspadai, Omicron, tetap sangat tinggi untuk sejumlah alasan. Dan kedua, bukti awal menunjukkan adanya potensi pelepasan imun humoral terhadap infeksi dan tingkat penularan tinggi, yang bisa menyebabkan lonjakan berikutnya dengan konsekuensi yang parah," kata WHO merujuk pada kemampuan virus mengurangi imunitas yang diberikan antibodi.
Meski temuan diduga berawal dari Afsel menunjukkan bahwa Omicron kemungkinan memiliki tingkat keparahan lebih rendah daripada Delta varian yang kini dominan di dunia dan semua kasus yang dilaporkan di kawasan Eropa bergejala ringan atau tanpa gejala, masih belum jelas sejauh mana Omicron "kurang ganas" ketimbang Delta, kata WHO.
"Lebih banyak data diperlukan untuk memahami tingkat keparahannya," lanjut WHO.
Para ahli yang berbasis di Eropa sendiri cenderung setuju bahwa Omicron kemungkinan telah beredar lebih lama dan lebih luas daripada yang diperkirakan sebelumnya. Namun ahli Eropa tak menyinggung apakah Eropa merupakan sumber awalnya.
"Asal usul Omicron masih belum diketahui, termasuk lokasi penyebarannya pertama kali," kata peneliti utama Program Oxford Martin tentang Genomik Pandemi di Universitas Oxford, Moritz Kraemer.
BACA JUGA: Breaking News: PPKM Jawa-Bali Resmi Diperpanjang Hingga 3 Januari 2022
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 640
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 292
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 264
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 233
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 196
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 185
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 20
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 16
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 15
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 13
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 12
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 12
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 11
BERLANGGANAN BERITA