Logo Saibumi

Diduga Sakit Hati, Empat Pemuda Masih di Bawah Umur Nekat Habisi Nyawa Korban di Lamteng

Diduga Sakit Hati,  Empat Pemuda Masih di Bawah Umur Nekat Habisi Nyawa Korban di Lamteng

Foto: Ilustrasi Pembunuhan Seorang Perempuan

Saibumi.com (SMSI), Lampung Tengah - Seorang residivis Curanmor, baru saja bebas dari Lapas, mengajak tiga rekanya yang masih duduk dibangku kelas 2 dan 3 SMP untuk menghabisi seorang janda. Hal ini dilakukan di duga kuat lantaran tersangka sakit hati terhadap korban.

 

BACA JUGA: Tiga Terdakwa Perselisihan Dengan Nakes Dituntut Dua Bulan Penjara

Margiyati (30) warga Dusun VII Kampung Slubsuban Kecamatan Seputih Agung Lampung Tengah, ditemukan tergeletak di tengah jalan, dengan kondisi tidak bernyawa lagi pada Minggu 28 November 2021 lalu.

 

Ditubuh korban ditemukan luka sayatan di pergelangan tangan kanan, luka tusukan di pinggang sebelah kiri. Diketahui mayat wanita muda itu adalah korban pembunuhan dengan tersangka Sanjaya (21) warga Kampung Fajar Asri Kecamatan Seputih Agung.

 

Pelaku merupakan resedivis kasus pencurian sepeda motor dan baru saja bebas dari lembaga pemasyarakatan setempat.

 

Cerita tragis tersebut bemula saat beberapa hari lalu, korban dan pelaku bertemu diacara pentas seni kuda lumping, namun saat itu pelaku sakit hati kepada korban karena sering diolok-olok.

 

SJ, lalu mengajak tiga rekanya untuk merencanakan melampiaskan niat jahatnya. Yakni RD (13) MF (14) dan AA (15).

 

Kabag Ops AKP Dennys mewakili Kapolres Lamteng AKBP Oni Prasetya, didampingi Kasat Reskrim AKP Edy Qorinas, mengatakan pihaknya telah berhasil mengungkap tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

 

"Hanya dalam kurun waktu 24 TIM TEKAB 308, yang di Back up oleh Jatanras Polda Lampung, berhasil menggulung para pelaku," jelasnya.

 

Sementara Kasat Reskrim AKP Edy Qorinas, mengatakan peristiwa pembunuhan tersebut dipicu oleh rasa sakit Sj, terhadap korban, karena sering di olok-olok.

 

"Korban menanyakan kepada pelaku, tentang kondisi keluarganya. Oleh pelaku dijawab bahwa ayah ibunya sudah cerai. Saat itu juga korban mengatakan artinya kamu anak lonte. Ungkapan itulah yang semakin mengakibatkan rasa sakit hati pelaku SJ," jelasnya.

 

Sebelum peristiwa pembunuhan pelaku dan korban berboncengan dengan pelaku. Saat mengeksekusi korban selai menggunakan senjata tajam, juga menggunakan dasi uniform SLTP.

 

"Kedua pelaku ditangkap di Kampung Simpang Agung, saat hendak menjual ponsel milik korban. Selanjutnya dikembangkan ke dua pelaku lainya," ujarnya.

 

Kasat Reskrim mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap putra-putrinya. Lanjutnya, tersangka utama dalam kasus ini bakal dikenakan pasal 340, junto 338, junto 365 KUHPidana. Ancaman 20, hingga seumur hidup.

 

"Khusus untuk tiga pelaku yang masih dibawah umur, anak-anak, maximal dihukum 10, tahun penjara. Sesuai dengan UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dan UU 11 tahun 2012 tentang sistem Peradilan Pidana Anak," pungkasnya (Sansurya)

BACA JUGA: Belasan Warga Kelapa Tiga Gruduk Kelurahan, Tuntut Segera Digelar Pemilihan RT



Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong