Logo Saibumi

Dua Warga Bandar Lampung Meninggal Usai Divaksin, Ini Alasan Pihak Puskesmas!

Dua Warga Bandar Lampung Meninggal Usai Divaksin, Ini Alasan Pihak Puskesmas!

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Dua warga RT 04 Kaliawi, Tanjung Karang Pusat Bandar Lampung yang meninggal dunia diduga usai menerima vaksin, terkait peristiwa tersebut, pihak Puskesmas menjelaskan bahwa pihaknya sudah menjalankan sesuai aturan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dokter Saradiah selaku Kepala Puskesmas Palapa. Ia menyatakan bahwa apa yang menjadi prosedur dalam pelaksanaan vaksinasi telah di jalankan sesuai aturan.

"Sebelumnya kami telah menanyakan apakah terhadap keduanya ada komorbid (penyakit bawaan),"katanya.

BACA JUGA: Ombudsman RI Provinsi Lampung: Terima Tujuh Laporan Terkait CASN, Ini Hasilnya

Lanjutnya ia menambahkan terhadap ibu Yatima kami telah mentensi yakni 130/80. Terhadap Pak Idris juga sama, kami tanyakan. Keduanya sudah dilakukan tes yang sama dan dinyatakan aman untuk di suntik vaksin.

Saradiah juga menambahkan keduanya masuk rumah sakit di hari berbeda setelah dikatakan kondisinya memburuk.

"Ibu Yatima masuk pada tanggal 6 November 2021 di RS Advent dan Pak Idris masuk RS Graha Husada dihari berikutnya, kami menerima notifikasi dari kedua RS tersebut bahwa hasil antigen dan Rapid keduanya dinyatakan positif Covid-19" pungkasnya.

Sebelumnnya diberitakan Dua warga RT 04 Kaliawi, Tanjung Karang Pusat Bandar Lampung meninggal dunia usai menerima vaksin pada hari Jumat (29/10/2021) lalu.

Diketahui warga tersebut bernama Idris (64) dan Yatimah (69), keduanya dikuburkan di pemakaman keluarga yang lokasinya tidak jauh dari rumah duka.

Anak Idris, Agung Satria menjelaskan ayahnya pada saat itu dalam kondisi sehat. Namun, ayahnya sudah lama mengidap penyakit gula darah.

Agung menambahkan walaupun sudah diingatkan ayahnya tetap melakukan vaksin lantaran ia sangat antusias untuk melakukan vaksin.

Usai divaksin, malam hari nya fisik ayahnya menurun atau drop bahkan sampai dilarikan ke Rumah Sakit. "Malem udah ngedrop, saya pikir biasa karena kan saya juga pernah, sampe dilarikan ke rumah sakit, dan hilang kesadarannya,"katanya

Berdasarkan keterangan dokter gula darah dan tensi darah naik, serta ada gangguan jantung. Padahal, Idris tidak punya riwayat penyakit jantung.

Adik Ipar Idris, Herman menututurkan lurah, kamtibmas juga puskesmas palapa sudah hadir untuk memberikan klarifikasi mengenai dampaknya covid 19 ini yang mengakibatkan dua keluarga kami meninggal kami.

"Mereka menyampaikan bahwa mereka merasakan bahwa ini juga merupakan kelalaian yang bisa saja terjadi,"katanya

"Alhamdulillah keluarga kami juga menerimanya kita sama-sama mengambil hikmah dari pada kejadian ini,"pungkasnya (Sinta)

BACA JUGA: Ombudsman RI Provinsi Lampung: Terima Tujuh Laporan Terkait CASN, Ini Hasilnya

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA