Logo Saibumi

Korban Minta Uang Ratusan Juta Untuk Damai Kepada Terdakwa 'Sidang Perselisihan 3 Terdakwa Dengan Nakes' 

Korban Minta Uang Ratusan Juta Untuk Damai Kepada Terdakwa

Saibumi.com (SMSI) Bandar Lampung - Sidang lanjutan tiga terdakwa terkait perselisihan dengan tenaga kesehatan (nakes), yakni AW, NV, dan DM, di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang, kembali digelar Selasa (16/11/2021).

Agenda sidang, yakni mendengarkan keterangan terdakwa.

BACA JUGA: Sengketa Lahan, PTUN Bandarlampung Gelar Sidang di Lokasi Lahan Sengketa HGU PT HIM

Salah satu terdakwa AW menjelaskan sempat ada pertemuan antara pihaknya dengan keluarga korban Rendy yakni sebanyak empat kali

Saat pertemuan Awang menyebut, ada permintaan Uang Rp. 300 juta dari pihak keluarga Rendy, agar kasus tersebut berujung damai.

Namun Pihak Awang tidak menyanggupi, sehingga muncul lah nominal Rp. 200 juta agar perkara tersebut, terwujud damai.

"Saya sudah itikad baik terhadap korban dengan mengajukan perdamaian, namun saya tidak meyangka kasus tetap lanjut, ibunya (Ibu korban) minta Rp. 200 juta, saya tidak menyanggupinya karena saya tidak ada uang itu," ungkap AW

Awang pun kemudian menawarkan untuk memberikan sertifikat sebagai jaminan agar permintaan damai bisa terwujud, namun pihak Korban belum memberi kejelasan. Namun, pada pertemuan selanjutnya, keluarga korban menolak, dan hanya mau menerima uang Rp. 200 juta.

"Saya sudah tawarkan sertifikat," jelasnya.

Usai persidangan, Kuasa Hukum tiga terdakwa Bey Sujarwo menyayangkan dalam proses penyidikan antar polisi dan kejaksaan, tidak adanya proses rekonstruksi perkara. Padahal menurut Jarwo, sangat penting untuk membutikan apakah ada penganiaayaan atau pengeroyokan tersebut.

"Yang ada hanya sketsa seperti perkara lakalantas, ini kan sebenarnya saling lapor, klien kita juga lapor," tukas Jarwo.

Selain itu Jarwo juga menyampaikan, upaya perdamaian sudah dilakukan. Namun ada permintaan uang Rp. 200 juta yang tidak disanggupi oleh pihak Awang.

"Terungkap dalam persidangan bahwa sudah ada proses-proses perdamaian yang dilakukan terdakwa AW dengan mengutus keluarganya. Tetapi ada beberapa yang tidak bisa dipenuhi oleh terdakwa AW, satu tentang nominal uang, saat pertama kali bertemu korban meminta uang Rp. 300-200 juta. Yang paling membingungkan adalah permintaan dicabutnya surat kuasa hukum saya," pungkas Jarwo.

Sidang pun ditunda pekan depan, dengan agenda Tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum. (Riduan)

BACA JUGA: Rugikan Negara 311 Juta, Ini Cara Terdakwa SW Markup Makan dan Snack di DPRD Pringsewu



Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong