Logo Saibumi

Dituntut 18 Tahun Penjara, Nani Sate Sianida Menangis

Dituntut 18 Tahun Penjara, Nani Sate Sianida Menangis

Saibumi.com (SMSI), Bantul -Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bantul menuntut majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bantul untuk menjatuhkan hukuman selama 18 tahun penjara terhadap terdakwa Nani Aprilliani Nurjaman (25th). Tuntutan tersebut dinilai jaksa pantas karena terdakwa melakukan tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan kesatu primer Pasal 340 KUHP.

 

BACA JUGA: Tol Manado - Bitung Ditargetkan Selesai Akhir Desember 2021, Perkerjaan Dikebut

Nani merupakan terdakwa pengiriman paket sate yang sudah dicampur racun sianida yang menewaskan Naba Faiz, 10, anak seorang tukang ojek beraplikasi daring, Bandiman, 47, warga Sewon, Bantul, pada 25 April lalu. Kiriman paket sate tersebut awalnya ditujukan untuk kekasihnya Aiptu Tomi yang merupakan anggota Polresta Jogja di perumahan Kasihan, Bantul.

 

Namun istri Tomi menolak paket tersebut dengan alasan tidak mengenali pengirimnya. Akhirnya paket sate tersebut diberikan kepada Bandiman, kemudian dimakan oleh keluarga Bandiman. Setelah makan sate tersebut semua keracunan, bahkan Faiz Naba meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

 

“Menuntut supaya majelis hakim Pengadilan Negeri Bantul yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Nani Apriliani Nurjaman alias Tika binti Maman Sarman dengan pidana penjara selama 18 tahun penjara dikurangi selama terdakwa di dalam tahanan sementara,” kata JPU Kejari Bantul, Nur Hadi Yutama, saat membacakan tuntutan di PN Bantul, Senin (15/11/2021).

 

Sidang pembacaan tuntutan digelar di ruang Cakra PN Bantul. Sementara terdakwa Nani hadir secara daring dari Lembaga Pemasayarakatan (Lapas) Perempuan di Wonosari, Gunungkidul. Dalam tuntutannya, Nur Hadi Yutama mengatakan bahwa yang memberatkan terdakwa adalah karena terdakwa sudah merencanakan pembunuhan dengan membeli racun secara daring sebanyak tiga kali.

 

Dipaparkan jaksa bahwa pada Juli 2020 terdakwa Nani sudah membeli sianida jenis KCN. Kemudian pada Januari 2021 Nani kembali membeli sianida jenis NaCN, dan terkahir pada Maret 2021 Nani kembali membeli sianida secara daring. Selanjutnya dari histori pencarian internet di ponsel milik terdakwa Nani ditemukan Nani pernah mencari di internet enam racun paling mematikan di dunia pada 18 Februari silam.

 

Nani juga mencari informasi tentang kasus pembunuhan menggunakan sianida, “Terdakwa telah merencanakan perbuatannya dengan membeli tiga kali racun sianida secara online,” kata Nur Hadi. Sementara hal yang meringankan terdakwa adalah terdakwa bersikap sopan dan mengakui terus terang perbuatannya di persidangan. Terdakwa juga menyesali perbuatannya dan terdakwa belum pernah dihukum. (Tuti)

BACA JUGA: Utang Luar Negeri Makin Membengkak Jadi Rp6.000 T per September 2021



Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong