Logo Saibumi

Cuma Diduga Curi Sayuran, Pria ini Tewas Dikubur Hidup-hidup ! Begini Kronologinya

Cuma Diduga Curi Sayuran, Pria ini Tewas Dikubur Hidup-hidup ! Begini Kronologinya

Saibumi.com (SMSI), Garut – Sorang pria berinisian MM (50) diduga mencuri sayur tewas dikeroyok dan dikubur hidup-hidup di Kecamatan Cigedung, Garut.

 

BACA JUGA: Peraturan Libur Nataru Belum Keluar, Sejumlah Maskapai di YIA Belum Menambah Jadwal Penerbangan

Kronologi kejadian ini diungkapkan oleh Kapolres Garut AKBT Wirdhanto Hadicaksono.

 

Ia mengungkap peristiwa dimulai saat ada warga yang memergoki Maman hendak memasuki salah satu gudang sayuran.

 

bukannya melaporkan ke polisi, warga itu langsung main hakim sendiri.

 

Maman dikeroyok oleh belasan pelaku. Bahkan, sejumlah pelaku ada yang memakai senjata tajam saat menghakimi Maman.

 

Setelah  tak berdaya pelaku berinisiatif mengubur Maman yang terbaring lemah itu.

 

Belasan warga lantas menggotong tubuh Maman ke kawasan Blok Waspada Gunung Cikuray. Mereka berjalan setidaknya 2 kilometer dari lokasi pengeroyokan sambil membawa korban.

 

"Korban kemudian digotong beramai-ramai ke kewasan Blok Waspada Gunung Cikuray," jelas Wirdhanto.

 

Sesampainya di Blok Waspada Gunung Cikuray, sejumlah warga mulai menggali lubang dan berniat mengubur Maman yang masih hidup itu.

 

Wirdhanto mengatakan saat itu kondisi Maman sudah babak belur, tetapi masih bernyawa.

Namun, mereka semua justru sepakat memasukkan tubuh Maman yang tak berdaya ke liang lahat yang sebelumnya dililit karung.

 

Sebelum mengubur, seorang warga memutuskan untuk mengakhiri nyawa Maman. Pelaku menyayat leher korban, lalu bersama warga lainnya mengubur Maman.

 

"Saat itu, ada salah satu pelaku yang melihat korban masih bernyawa. Pelaku kemudian turun ke lubang dan menghabisi nyawa korban dengan luka sayatan di leher," ujar Wirdhanto seperti dikutip   Suara.com, Kamis (28/10/2021).

Kasus Terungkap

Kasus kematian Maman baru terungkap 5 hari setelah kejadian. Hal ini setelah Polres Garut menerima laporan kehilangan Maman dari pihak keluarga.

 

Polres Garut langsung melakukan penyelidikan dan menerima informasi pengeroyokan di kawasan Cigedug.

 

Dari situlah, kepolisan berhasil menemukan jasad Maman yang terkubur hidup-hidup.

 

"Dari sana, tim kami langsung melakukan penyelidikan dan menemukan adanya informasi di kawasan Cigedug," beber Wirdhanto.

 

Jenazah Maman kemudian dibawa ke RSUD dr. Slamet Garut. Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menyimpulkan ada 14 orang tersangka dalam kasus tersebut.

 

Mereka semua memiliki peran masing-masing dalam mengakhiri nyawa Maman. Mulai dari mengeroyok sampai menggali lubang untuk mengubur Maman hidup-hidup.

 

Wirdhanto mengatakan, para pelaku kini telah ditangkap dan mendekam di sel tahanan Mako Polres Garut. Mereka dijerat dengan pasal berlapis, yakni terkait pengeroyokan, penganiayaan, pembunuhan dan pembunuhan berencana.

 

"Kami jerat Pasal 170, 351, 338 dan 340 KUHP," pungkas Wirdhanto.

 

BACA JUGA: Senyum Yu Sarwi Kala Menerima BTPKLW TNI

>

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA