Logo Saibumi

Selain Geblek dan Growol, Kulonprogo Mendunia Melalui Cokelat Makaryo

Selain Geblek dan Growol, Kulonprogo Mendunia Melalui Cokelat Makaryo

Foto : Fachri (Kanan) bersama Cokelat Makaryo (instagram cokelat makaryo) [Saibumi.com/Tuti]

Saibumi.com (SMSI), Kulonprogo - Selain geblek dan growol, kini kabupaten yang terletak dipaling barat Yogyakarta mempunyai oleh-oleh khas yang sedang naik daun, yaitu Cokelat Makaryo. Adalah Fachri Yusufi Maulidani (25), sosok anak muda yang berkiprah di baliknya. Lewat cokelat bikinannya, Fachri turut memberdayakan masyarakat lokal, khususnya petani kakao.

 

Berawal dari keinginan membuat oleh-oleh khas Kulonprogo yang awet, Fachri ingin membuat oleh-oleh khas Kulonprogo yang awet sehingga bisa dikirimkan ke luar kota, bahkan ke luar negeri.

BACA JUGA: Ini Jurus 4 AS ala Sandiaga Uno Bagi para Pejuang Ekonomi Kreatif

 

 

"Kemudian saya mencari-cari dan ternyata di Kulonprogo itu salah satu penghasil kakao yang banyak, tapi kurang dimanfaatkan oleh masyarakat," ujarnya saat diwawancarai, Senin (25/10/21).

 

Menurut Fachri, para petani di Kulonprogo hanya menjual kakao keringnya saja tanpa ada proses lanjutan yang bernilai tambah. Merasa sayang dengan sumber daya yang ada, Fachri kemudian belajar mengolah cokelat. Ia bahkan merantau sampai ke Jember untuk membekali diri sebagai pembuat cokelat.

 

Meskipun hasil kakao di Kulonprogo melimpah, gak semua bisa dijadikan cokelat yang enak. Fachri melihat potensi besar dari petani kakao Kulonprogo, ternyata gak semua bisa diolah jadi cokelat yang enak. Karena masih ada petani-petani yang belum memfermentasi kakaonya dengan baik. Saat diolah, hasilnya jadi cokelat yang rasanya pahit. Ini menjadi kesulitan tersendiri bagi Fachri yang awalnya melihat hasil yang melimpah, tetapi justru sebaliknya.

 

 

"Kalau pakai cokelat yang difermentasi rasanya jadi lebih enak. Ada asamnya, pahitnya juga menurun, getirnya juga menurun, jadi kami juga pakai kakao dari luar Kulonprogo," Kata pria berperawakan tinggi ini.

 

Fachri mengatakan, kakao dari Kulon Progo diperolehnya dari petani di kawasan Tambak, Triharjo. Namun, dirinya mengaku tetap memasok kakao dari luar daerah untuk mencukupi kebutuhan produksinya.

 

 

Cokelat Makaryo sendiri sudah berdiri sejak tahun 2018 dan selama perjalanannya menjadi pebisnis, langkah Fachri gak selalu mulus. Sama seperti yang lain yang merasakan kesulitan karena pandemi, omzet penjualannya pun ikut menurun. Selama ini Cokelat Makaryo juga turut dipasarkan ke toko oleh-oleh yang ada di Kulonprogo.

 

Namun karena minimnya wisatawan yang datang, otomatis memberikan pengaruh besar terdap Cokelat Makaryo. Walau begitu, ini gak membuat Fachri lantas menyerah. Ia bersama tim terus berusaha bertahan dan berinovasi demi menarik peminat baru sekaligus mempertahankan pelanggan setianya.

 

Fachri tak hanya menyerap kakao dari petani lokal, tapi juga memanfaatkan gula semut yang dikenal sebagai salah satu produk oleh-oleh dari Kulonprogo.

 

"Kami mau menambahkan unsur Kulonprogo ke dalam cokelat ini, jadi biar lebih khas lagi kita tambahkan makanan lain. Dan kebetulan, gula semut ini awet sampai satu tahun. Jadi itu sesuai sama tujuan di awal yang ingin oleh-oleh khas Kulonprogo yang awet," tuturnya.

 

Gula semut untuk cokelatnya dipasok dari produsen yang berasal dari Kokap. Fachri mengatakan, ada dua jenis gula semut yang dimanfaatkan dalam pembuatan cokelat, yaitu gula semut aren dan gula semut kelapa jahe merah.

 

Untuk mempromosikan oleh-oleh khas ini, Fachri tak hanya membuka kios sendiri yang beralamat di Jalan Brigjen Katamso, Gadingan, Wates, Kulonprogo yang memiliki dua karyawan. Produknya pun dititipkan di sejumlah toko oleh-oleh maupun minimarket jejaring yang ada di Kulonprogo.

 

Guna meningkatkan penjualan, Fachri melakukan kerjasama dengan pemerintah. Misalnya dengan Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Perindustrian.

 

Fachri juga tengah membuat Badan Hukum Kelompok Petani dan Pengolah Kakao Maju Karya Yogyakarta yang nantinya akan bekerja sama dengan petani yang ada di Girimulyo. (tuti)

BACA JUGA: Ini Jurus 4 AS ala Sandiaga Uno Bagi para Pejuang Ekonomi Kreatif

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA