Logo Saibumi

Sejahterakan UMKM, Kemenkeu Sikapi UMKM yang Paling Awal Imbas PHK Hingga Tutup Usaha

Sejahterakan UMKM, Kemenkeu Sikapi UMKM yang Paling Awal Imbas PHK Hingga Tutup Usaha

Foto: Saibumi.com/Ridwan

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Memiliki kemampuan memperbaiki berbagai macam tas, sepatu, dan sandal rusak bukanlah pilihan awal pria asal Palembang ini. Hal itu dilakukan selepas ia sudah tak bekerja lagi sebagai karyawan di Bratasena.

 

Darul mengungkapkan ia melanjutkan usahanya yang berlokasi di Jalan Kamboja, Kebon Jeruk, Kec. Tj. Karang Tim., Kota Bandar Lampung, ini milik pamannya sejak tahun 2006.

BACA JUGA: Ini Jarak Aman Naik Motor yang Direkomendasikan Sesuai Kecepatan

 

"Mulai reparasi ini sejak 2006, ini melanjutkan usaha dari paman istri saya. Untuk harga itu mulai dari Rp. 10 ribu - Rp. 100 Ribu tergantung kerusakan," ungkap Darul kepada Saibumi.com, Jumat (15/10/2021).

 

Tahun lalu, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional Suminto juga mengungkapkan berbagai dampak dari pandemi COVID-19 terhadap kebertahanan dan keberlangsungan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

 

“UMKM usaha paling terdampak sehingga berdasarkan survei ADB sebanyak 48,6 persen UMKM tutup sementara,” katanya dalam acara BMT Summit 2020 di Jakarta

 

Akibatnya, banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) sehingga pendapatan masyarakat menurun. Tak hanya itu UMKM Indonesia turut mengalami permasalahan lain akibat pandemi yaitu sulit mendapatkan bahan baku dan terhambatnya distribusi karena logistik yang tersendat akibat terbatasnya pergerakan orang dan barang.

BACA JUGA: Ini Jarak Aman Naik Motor yang Direkomendasikan Sesuai Kecepatan

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA