Saibumi.com (SMSI) - Maulid Nabi Muhammad SAW kembali akan dipoeringati oleh umat muslim Indonesia.
Maulid Nabi bertujuan untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW yang merupakan junjungan muslim di seluruh dunia di semua generasi.
Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW dijelaskan dalam tulisan berjudul Peringatan Maulid Nabi (Tinjauan Sejarah dan Tradisinya di Indonesia). Tulisan ini dibuat Moch Yunus dosen Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong Kraksaan, Probolinggo.
"Menurut sejarah ada dua pendapat yang menengarai awal munculnya tradisi Maulid. Istilah maulid berasal dari bahasa Arab Walada Yalidu Wiladan yang berarti kelahiran," tulis jurnal tersebut mengutip dari Kamus Al Munawwir Arab Indonesia.
Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW.
BACA JUGA: Kumpulan Lengkap Twibbon Maulid Nabi 2021/1443 H
Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW pertama kali diadakan pada zaman khalifah Mu'iz li Dinillah. Dia adalah khalifah dinasti Fathimiyah di Mesir yang
hidup pada tahun 341 Hijriyah. Perayaan ini dilarang di masa Al-Afdhal bin Amir al-Juyusy, seorang perdana menteri khalifah Al-Musta'ali dinasti Fathimiyah.
Maulid Nabi kembali dibolehkan pada masa pemerintahan Amir li Ahkamillah pada tahun 524 Hijriah. Dia adalah pemimpin sekaligus imam di Dinasti Fathimiyah. Pendapat ini dinyatakan sejarawan dan ulama asal Mesir Syamsuddin as-Sakhawi.
Pendapat lain tentang sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW menyatakan, peringatan pertama kali dilakukan pada masa pemerintahan khalifah Mudhaffar Abu Said. Sang khalifah saat itu sedang mencari cara membangkitkan heroisme kaum muslim menghadapi Jengis Khan.
Jurnal tersebut juga menjelaskan sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW yang berasal dari masa pemerintahan Sultan Salahudin Al Ayubi. Sultan ingin meningkatkan semangat juang dan persatuan kaum muslim, dengan meningkatkan kecintaan pada nabinya.
Usul perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW sempat mendapat penolakan dari para ulama, karena dinilai tak sesuai ajaran Islam. Sultan kemudian menjelaskan, perayaan hanya bersifat syiar keagamaan bukan ritual. Perayaan juga bukan sekadar peringatan ulang tahun.
Setelah mendengar alasan ini, Khalifah An-Nashir di Bagdad menyetujui usul sang sultan. Selanjutnya di musim haji 1183 Masehi, sang sultan meminta para jamaah menyiarkan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di negara asalnya pada 12 Rabiul Awal.
Pada tahun ini perayaan dilaksanakan pada Senin (18/10/2021). Di Indonesia, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW berkembang di masa Wali Songo, akan tetapi dalam kalender libur nasionalnya rabu, (20/10/21)
"Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertujuan menarik hati masyarakat agar memeluk Islam. Perayaan ini berkembang di tahun 1404 Masehi," tulis situs Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi).
Masyarakat muslim Indonesia umumnya menyambut Maulid Nabi dengan membaca sholawat nabi, syair Barzanji, dan pengajian. Maulid Nabi Muhammad memiliki sebutan berbeda di beberapa daerah misal perayaan Syahadatin, Gerebeg Mulud, atau tradisi endhog-endhogan di Jawa Timur.
Semoga tulisan sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW dan pelaksanaannya ini bisa menambah pengetahuan para detikers.
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 644
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 300
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 241
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 199
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 188
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 67
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 53
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 48
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 48
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 45
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 43
BERLANGGANAN BERITA