Logo Saibumi

Seleksi Guru PPPK Nadiem Makarim di Serbu Netizen, Passing Grade Honorer Dinilai Mencekik

Seleksi Guru PPPK Nadiem Makarim di Serbu Netizen, Passing Grade Honorer Dinilai Mencekik

Foto: Istimewa

Saibumi.com (SMSI), Jakarta - Problematika yang dihadapi guru honorer di Indonesia dari dulu tetap sama rasanya, tidak jauh berbeda. Kesejahteraan yang rendah masih menjadi masalah utama para guru non-PNS tentu di masa pandemi Covid 19, beban yang ditanggung oleh guru honorer semakin bertambah.

 

BACA JUGA: Letjen TNI Dudung di Tegur Ketua MUI: Bagi Kami Umat Islam, Islam Agama yang Benar

Sistem pembelajaran yang terpaksa diubah menjadi pembelajaran dalam jaringan (daring) memaksa para guru untuk menyesuaikan diri dengan tenologi dan merancang kembali rencana pembelajaran mereka.

 

Dari data Kemendikbud, pada tahun 2020 terdapat 72.976 guru pensiun. Padahal, angka kekurangan guru mencapai 1.020.921 orang. Jumlah ini naik pada tahun 2021 dimana jumlah kekurangan guru diperkirakan mencapai 1.090.678 orang dan jumlah guru yang pensiun sebanyak 69.757 orang. Jumlah ini diperkirakan akan terus naik dan diperkirakan pada tahun 2024 jumlahnya akan mencapai 1.312.759.

 

Guru honorer memiliki peran yang besar dalam mengatasi masalah kekurangan guru tersebut. Hingga tahun 2020, jumlah guru non-PNS di Indonesia mencapai 937.228. Dari jumlah tersebut, sebanyak 728.461 diantaranya adalah guru honorer sekolah. 

 

"Kami memberikan kebijakan afirmasi dalam seleksi guru PPPK, salah satunya karena pertimbangan pengalaman mengajar," kata Mendikbud Nadiem dalam rapat kerja Komisi X DPR RI, Rabu (10/3)

 

Namun, tak terduga realita yang di dapat dalam akun resmi Instagram Nadiem Makarim, menurut pantauan Saibumi.com kebijakan Mendikbud tersebut menuai banyak komentar dari netizen yang merasa kesulitan mencapai passing grade yang ditentukan, terlebih tidak sesuai dengan yang di harapkan. 

 

"Passing Grade nya tolong pak di turunkan sangat mencekik kami kaum honor apalagi yg blm bisa dapat nilai afirmasi" Ujar Netizen

 

"Pak...saya mw curhat. Saya ga lulus PG kompetensi teknis P3k nya...soalnya susah sekali pak..waktunya dikit...1 soal 1 mnit ...orak orek matematika 1 menit hanya jeromepolin yg bisa pak"  ujar netizen saling bersahutan.

 

Bahkan komentar sebagian besar pun dipenuhi oleh masing-masing guru honorer di penjuru daerah yang merasakan 

 

"Bapak Nadiem Makarim terhormat .. Saya guru honorer non K2,non umur 35+ dan non serdik..selama 8 tahun mengabdi saya sangat profesional..sy full masuk tiap hari dr Senin s/d Sabtu dg jam masuk 7 pagi sampai 12 Siang,sy guru yg berkompeten shingga saya dipercaya pegang kelas. Nah bgini bapak,sy kmaren ikut tes PPPK GURU dengan kriteria TANPA AFIRMASI NILAI SAMA SEKALI. Sy belajar siang dan malam tanpa lelah agar bisa dpt nilai Passing grade teknis 320 karna sy sadar,saya tidak punya afirmasi nilai.sy mati2an belajar dan berjuang tuk lulus.Dan nilai sy sungguh mmbuat sy bangga skaligus Sedih..sy bangga nilai saya tinggi tp sy sedih karna tes Teknis Tidak PG Nilai sy Wawancara 38,sosio menejerial 173, teknis 310 (kurang 2 soal untuk lulus) sy bangga karna tanpa bantuan afirmasi,bisa mencapai nilai 310. SAYA MOHON KEBIJAKAN DARI BAPAK UNTUK MENURUNKAN PASSING GRADE UNTUK PESERTA YANG TIDAK MEMILIKI BANTUAN AFIRMASI NILAI SAMA SEKALI. .TRIMAKASI BAPAK MENTERI" ujar netizen menulis panjang di kolom komentar.(*)

BACA JUGA: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Beberapa Wilayah di Indonesia, Kamis 16 September 2021



Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong