Logo Saibumi

Pemprov Lampung Bina Petani Lada dan IKM Lada

Pemprov Lampung Bina Petani Lada dan IKM Lada

Sabumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung mendorong para petani lada dan Industri Kecil Menengah (IKM) yang bergerak dalam produk olahan lada untuk terus bangkit agar lada bisa berjaya dipasar internasional.

 

Seperti kegiatan Bimtek yang di selenggarakan Bidang Pemerdayaan Industri Dinas Perindag Provinsi Lampung Agar Petani Lada dan IKM Lada terus bangkit agar lada bisa berjaya dipasar internasional.

BACA JUGA: Waspada Potensi Gelombang Tinggi 6 Meter di Perairan Lampung

 

Seperti yang diungkapan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Elvira Umihanni mengatakan pihaknya melakukan pembinaan terhadap Industri Kecil Menengah (IKM) dan Kelompok Tani Lada guna meningkatkan mutu, kreatifitas, daya saing dan diversifikasi produk lada. 

 

Upaya pembangunan dan pemberdayaan IKM melalui pengembangan SDM Industri, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait proses produksi, sortasi biji lada dan pemasaran lada yang memiliki potensi yang cukup besar di Provinsi Lampung

 

 

"Kita mendorong dan membina kelompok tani di Lampung Timur, Tanggamus, Lampung Utara, Way Kanan, dan Lampung Barat agar produk-produk lada tetap unggul," ujar Kadis Perindag Elvira Umihanni, Kamis, 2 September 2021.

 

 

Provinsi Lampung memiliki potensi yang sangat besar akan hasil tanaman lada. 

 

 

Produk ini diharapkan tidak dijual dalam bentuk bahan mentah saja, tetapi diharapkan tumbuh inovasi yang dapat meningkatkan kualitas sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan sehingga meningkatkan nilai tambah bagi para petani budi daya lada. 

 

 

Sementara Plt Kabid Pemberdayaan Industri Dinas Perindag Provinsi Lampung Tira Paraniba,menjelaskan produk olahan lada akan meningkatkan permintaan lada beserta turunannya dan menjaga kestabilan harga pada saat panen raya.

 

 

"Diversifikasi Produk Lada ini diharapkan dapat lebih mengembangkan kreatifitas dan inovasi produk olahan lada sebagai produk industri," ujar Tira

 

 

Sementara Operasional Manager PT. Aman Jaya Perdana, Josephine sebagai Narasumber saat Bimtek mengatakan Lada hitam bubuk sangat luar biasa peminatnya dan petani bisa lebih kreatif memproduksi lada. 

 

 

Ia mengatakan saat ini perusahaan membeli lada diangka Rp.45.000,-/kg dari petani. Pihaknya membeli lada dari petani di seluruh Kabupaten di Lampung dan beberapa dari Bengkulu.

 

 

"Marketnya kita eksport ke Amerika, Australia, London, Jepang, dan Singapura. lada kita dibutuhkan untuk restoran luar negeri dan perusahaan yang menyuplai bumbu-bumbu masakan di supermarket," katanya.

 

 

Kemudian ia mengatakan dalam seminggu pihaknya bisa mengirimkan 100 ton atau 4 kontener untuk eksport. Namun dalam setahun progres yang paling bagus untuk ekport lada dibulan Agustus, September dan Oktober. Sementara itu dibulan yang lain pihaknya melakukan ekspor sawit, cengkeh, kayu manis, dan hasil bumi lainya. (SB05)

BACA JUGA: Waspada Potensi Gelombang Tinggi 6 Meter di Perairan Lampung

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA