Logo Saibumi

BNN Gagalkan 52 Kilogram Ganja di Rest Area Tol

BNN Gagalkan 52 Kilogram Ganja di Rest Area Tol

Foto: Kepala BNN menunjukan barang bukti ganja sebanyak 52 Kilogram, Kamis (26/08/2021) (Saibumi.com/Sinta).

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung mengamankan dua orang kurir ganja di rest area KM 174 Tol Bakauheni-Kayuagung, Senin (23/08/2021).

 

BACA JUGA: KPK Akan Lelang Tanah-Bangunan Milik Terpidana Mantan Bupati Lampung Utara

Saat melakukan penggeledahan sebanyak 52 Kilogram ganja ditemukan di mobil APV dengan No Pol A 1171. Tersangka berinisial F warga Lampung Selatan dan AM warga Serang Banten.

 

Diketahui, ganja tersebut dikendalikan oleh dua narapidana yang sedang menjalani hukuman di lapas Kalianda yang berinisial HP dan IS.

 

Kepala BNNP Lampung Brigjen Edi Swasono mengatakan informasi tersebut berawal dari laporan masyarakat tentang adanya dugaan tindak pidana peredaran gelap narkotika di wilayah Lampung.

 

"Tersangka F dan AM mengaku baru satu kali menjadi kurir pengirim ganja karena tergiur upah yang dijanjikan saat berhasil mengirimkan ganja," kata Edi, Kamis (26/8/2021).

 

Berdasarkan pengakuan dari AM dirinya dijanjikan oleh HP dan IS sebesar Rp. 1 juta untuk satu paket ganja, jadi total keseluruhan keuntungan yang dapat diraup sebesar Rp 50 juta dibagi rata.

 

Edi menjelaskan, ganja tersebut dijemput oleh tersangka F dan AM di sebuah hotel di wilayah Binjai, Sumatera Utara atas perintah HP dan IS.

 

Kedua tersangka mengaku tidak mengenal orang yang menyerahkan mobil APV, yang berisi 50 paket besar ganja kering seberat 52 kilogram di Binjai tersebut.

 

"Komunikasi nya melalui tersangka HP dan IS. Mereka ini yang memerintahkan F dan AM mengambil ganja di Binjai," kata Edi.

 

Edi mengatakan selain 50 bungkus ganja dengan berat 52 kilogram, pihaknya juga menyita 4 unit ponsel.

 

Edi menambahkan, ke 4 tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 subsider pasal 111 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

 

"Ancaman maksimal hukuman mati atau seumur hidup. Minimal pidana 20 tahun penjara," pungkasnya. (Sinta)

BACA JUGA: Tidak Perlu Repot, Pengesahan Pajak Bisa Dilakukan Lewat Aplikasi.

>

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA