Saibumi.com (SMSI), Kulonprogo - Ratusan Pedagang Alun-alun Wates hanya bisa pasrah setelah Pemkab Kulonprogo belum mengijinkan ruang publik tersebut dipakai kembali sebagai lokasi berjualan.
Perwakilan Pedagang, Bimo Prasetyo mengatakan, selama PPKM ratusan pedagang telah kehilangan penghasilan, karena Alun-alun Wates ditutup. Dari lebih 200 pedagang, hanya 20 persen saja yang berjualan di luar alun-alun Wates.
BACA JUGA: Milenial Harus Tahu! Jadikan Harapan Bagian Dari Masa Depan
"Kami hanya bisa sabar, semoga level di DIY segera turun dan kami bisa beraktivitas seperti semula," ungkap Bimo, di Kulonprogo, Senin (23/8/21).
Sedangkan, Wakil Bupati Kulonprogo Fajar Gegana menyampaikan, Pemkab Kulonprogo sebenarnya tidak melarang alun-alun Wates dipakai untuk berjualan. Namun karena pemerintah pusat menerapkan pembatasan ruang publik, maka keinginan pedagang di Alun-alun Wates terpaksa ditolak.
"Pihaknya akan berupaya mencari solusi bagi para pedagang Alun-alun Wates, agar mereka bisa berjualan kembali," ungkap Fajar. (tuti)
BACA JUGA: Milenial Harus Tahu! Jadikan Harapan Bagian Dari Masa Depan
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 644
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 300
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 241
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 199
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 188
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 67
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 53
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 48
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 48
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 45
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 43
BERLANGGANAN BERITA