Logo Saibumi

Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung untuk Mengurangi Pencemaran Lingkungan

Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung untuk Mengurangi Pencemaran Lingkungan

Saibumi.com(SMSI) Lampung Selatan - Tim dosen Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melatih Kelompok Tani Peci Makmur, Way Galih, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, membuat Biochar dari limbah tongkol jagung, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Prodi Teknik Biosistem. Hal tersebut dikatakan Ketua Program PkM, Nova Anika, S,TP., M.Si, Ph.D, dalam keterangannya, pada Selasa (04/05/2021).

Biochar merupakan arang aktif yang dapat digunakan sebagai pembenah tanah untuk mengurangi pencemaran lingkungan pertanian dan potensial menjaga kesuburan tanah.

BACA JUGA: TDM Honda Metro berbagi Tips Cara Mudah Merawat Kampas Rem Motor Agar Tetap Awet

Dalam pelatihan yang merupakan rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ITERA tersebut, para petani dilatih langsung oleh dosen Prodi Teknik Biosistem ITERA, Nova Anika, S,TP., M.Si, Ph.D, dan Dr. Melbi Mahardika, S.T., serta Dr. Jabosar R. H. Panjaitan, ST., MT., dan Dr. Eng. Feerzet Achmad ST., MT dosen Prodi Teknik Kimia. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Prodi Teknik Biosistem, ITERA yaitu Intan Nur Azizah, Dhiya Asti Ramadhani, dan Riska Anggraini.

Ketua Program PkM, Nova Anika, S,TP., M.Si, Ph.D, menyebut pelatihan ini bertujuan untuk melatih petani dalam pemanfaatan limbah biomassa hasil produksi jagung menjadi biochar.

"Melalui kegiatan ini diharapkan petani jagung mampu memanfaatkan limbah tongkol jagung untuk diubah menjadi biochar, yang memiliki banyak manfaat seperti sebagai pembenah tanah," ujarnya.

Nova juga menuturkan, Biochar merupakan arang yang terbuat dari limbah biomassa, seperti salah satunya tongkol jagung yang dapat memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

Dalam pelatihan, selain memperoleh pengetahuan seputar biochar melalui workshop, peserta juga diajak langsung melakukan pengolahan tongkol jagung menjadi biochar dengan beberapa metode yaitu konvensional, klin drum tertutup dan klin drum terbuka.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Peci Makmur, Soli menyambut baik pelatihan tersebut dengan harapan petani dapat memproduksi biochar yang tidak hanya dapat diaplikasikan di lahan jagung sendiri tetapi dapat menjadi peluang usaha baru untuk peningkatan penghasilan petani. Sebab, tongkol jagung selama ini hanya dibuang dan dibakar tanpa diolah menjadi bahan yang lebih bermanfaat atau memiliki nilai ekonomi.

“Melalui pelatihan tersebut diharapkan para petani dapat membuat biochar secara mandiri untuk pembenah tanah sehingga produktivitas hasil tani kami dapat terus meningkat,” ujar Soli.
(Ndhst/saibumi)

BACA JUGA: Gubernur Arinal Sidak Stasiun Kereta Api



#

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong