Logo Saibumi

Pembangunan Ibu Kota Negara Sebagai Strategi Pemulihan Ekonomi

Pembangunan Ibu Kota Negara Sebagai Strategi Pemulihan Ekonomi

Saibumi.com (SMSI), Nasional-Pemindahan Ibukota Baru pada awalnya mendapat banyak sekali pro dan kontra
dimasayarakat. Pembangunan Ibu Kota Negara baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan
Timur, rencananya akan dimulai tahun ini. Pemerintah akan menyerahkan RUU Ibu Kota pada
DPR pada 7 Mei. Diharapkan setelah itu dapat dirumuskan menjadi UU secepatnya.
Pemindahan Ibu Kota tidak bisa jalan jika UU belum selesai.


Desain dari ibu kota negara baru akan mengacu pada gagasan desain pemenang sayembara ibu
kota negara yang telah diumumkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
(PUPR) pada akhir 2019 lalu yaitu dengan konsep Nagara Nusa Rimba. Basuki Hadimuljono
selaku Mentri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, desain ini memenuhi tiga kriteria
utama. Pertama bahwa ibukota negara sebagai identitas negara untuk kemajuan peradaban
indonesia kedepan. Kedua yakni menginginkan Ibu Kota yang Friendly dengan tetap
memperhatikan lingkungan, memperhatikan kebencanaan, sosial, dan ekonomi yang
berlanjutan. Ketiga kota harus menunjukkan kecerdasan, model dan juga standar internasional.


Fadjroel Rachman usai ditunjuk sebagai Staff Khusus Presiden Bidang Komunikasi sekaligus Juru Bicara Presiden
Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengatakan “Proyek pembangunan Ibu Kota Negara
(IKN) baru menjadi salah satu strategi pemulihan ekonomi apalagi dimasa seperti ini yang
nantinya bisa menyerap hingga jutaan tenaga kerja. Di harapkan ketika Groundbreaking
ditahun pertama akan menyerap sekitar 1000.000-an tenaga kerja” lanjutnya, Kamis
(22/4/2021).


Pembangunan Ibukota yang didianggarkan mencapai sekitar 466 Triliun dan bukan hanya
berasal dari pemerintah saja tetapi juga berasal dari pihak swasta dan pihak lain, anggaran
APBN hanya 18-19% sehingga tidak murni dari dana pemerintah. “Jadi setelah Ibu Kota
digarap, lalu investasi masuk, makan penciptaan lapangan kerja akan terjadi. Dan itu akan
menjadi salah satu cara untuk mengatasi ekonomi indonesia yang sedikit merosot pada saat
ini” jelas Fadjroel Rachman.


Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan
Nasional (PPN/Bappenas) mencatat, pembangunan properti yakni rumah dan kantor di Ibu
Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur berpeluang mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi
nasional rata-rata 0,2 persen per tahun. Sedangkan laju pertumbuhan ekonomi di Kalimantan
Timur, lanjut dia, diperkirakan juga akan terdongkrak mencapai 2,1 persen rata-rata per tahun.

Penulis; Seliana Intan Tri
Dosen Manajemen Operasional; Ign. Soni Kurniawan, SE., M.Sc.

BACA JUGA: Perpres 27/2021 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang Dari dan Ke Daerah 3T dan Perbatasan

#

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA