Saibumi.com(SMSI) Sistem pengereman merupakan salah satu fitur keselamatan paling vital pada sepeda motor. Rem yang berfungsi optimal memberikan rasa aman dan kendali penuh bagi pengendara, terutama saat melaju di kecepatan tinggi atau ketika harus menghadapi situasi darurat di jalan raya.
Namun, tidak sedikit pemilik sepeda motor yang mengalami keluhan pada tuas rem mereka. Masalah yang sering ditemui di antaranya adalah rem yang terasa "bagel" (keras/kaku tetapi tidak menggigit) atau justru terasa terlalu dalam saat ditekan.
Kepala Cabang Astra Motor Natar, Ardhiansyah Yoga, menjelaskan bahwa perubahan respons pada tuas rem merupakan indikasi jelas bahwa sistem pengereman mengalami gangguan dan membutuhkan perhatian.
BACA JUGA: Mesin Motor Sering Mati Mendadak? Ini Penyebab dan Solusinya Menurut Astra Motor Natar
"Kondisi rem yang terasa bagel, keras, atau terlalu dalam saat ditekan tidak boleh diabaikan begitu saja. Rem adalah penunjang utama keselamatan berkendara. Jika tuas rem sudah terasa tidak wajar, segeralah melakukan pemeriksaan sebelum potensi rem blong terjadi dan membahayakan keselamatan," ujar Ardhiansyah Yoga.
Berikut adalah beberapa penyebab utama tuas rem terasa bagel atau terlalu dalam saat ditekan menurut Astra Motor Natar:
1. Angin Palsu Masuk ke Sistem Hidrolik
Pada rem cakram yang menggunakan sistem hidrolik, keberadaan gelembung udara di dalam selang atau jalur minyak rem dapat mengganggu tekanan pengereman. Hal ini menyebabkan tekanan terhambat sehingga tuas rem terasa bagel atau harus ditarik sangat dalam agar rem mau menggigit.
2. Minyak Rem Sudah Rusak atau Habis
Seiring pemakaian dan perubahan suhu, kualitas minyak rem dapat berkurang, berubah warna, atau terkontaminasi air. Minyak rem yang berkurang atau kedaluwarsa membuat daya tekan ke kaliper menjadi tidak maksimal.
3. Kampas Rem Menipis atau Aus
Kampas rem yang sudah tipis membuat piston kaliper harus mendorong lebih jauh untuk menjepit piringan cakram. Akibatnya, tuas rem terasa lebih dalam saat ditarik. Jika kampas rem habis total, gesekan antarbesi justru membuat rem terasa keras/bagel namun tidak mampu menghentikan laju motor.
4. Master Rem atau Seal Kaliper Bocor dan Mengeras
Karet seal pada master rem atau piston kaliper dapat mengeras, aus, atau robek seiring berjalannya waktu. Kondisi ini membuat tekanan minyak rem bocor dan tuas rem terasa bagel, macet, atau bahkan tidak kembali secara sempurna setelah ditekan.
5. Piringan Cakram Bengkok atau Kotor
Piringan cakram (disc brake) yang bengkok atau tertumpuk kotoran dan minyak dapat membuat penekanan kampas rem menjadi tidak rata. Hal ini memberikan sensasi membal atau keras yang tidak konsisten pada tuas rem saat kendaraan dilajukan.
BACA JUGA: Mesin Motor Sering Mati Mendadak? Ini Penyebab dan Solusinya Menurut Astra Motor Natar
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 642
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 297
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 238
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 197
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 186
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 44
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 41
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 40
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 37
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 35
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 33
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 30
BERLANGGANAN BERITA