Logo Saibumi

Wamenperin Dukung Pembangunan Balai Diklat Industri demi Cetak SDM Unggul di Lampung

Wamenperin Dukung Pembangunan Balai Diklat Industri demi Cetak SDM Unggul di Lampung

Foto |dok.Saibumi.com |Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) RI, Faisol Riza

Saibumi.com(SMSI), Bandar Lampung — Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) RI, Faisol Riza, mendorong Provinsi Lampung untuk bertransformasi menjadi pusat (episentrum) hilirisasi agro dan klaster pangan nasional.

 

Langkah ini dinilai sangat strategis mengingat Lampung memiliki potensi geografis dan komoditas pertanian yang melimpah.

BACA JUGA: Kemenperin Perkuat Hilirisasi Singkong, Lampung Timur Diproyeksikan Jadi Sentra Industri Olahan

 

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Wamenperin Faisol Riza dalam acara sosialisasi bertajuk "Hilirisasi Berbasis Agro dan Peningkatan Daya Saing IKM Pangan di Provinsi Lampung", yang digelar di Hotel Radisson, Bandar Lampung, Kamis (16/7/2026).

 

Dalam sambutannya, Faisol Riza mengapresiasi kontribusi besar sektor industri pengolahan Lampung terhadap perekonomian daerah. 

 

Berdasarkan data tahun 2026, sektor industri pengolahan non-migas nasional menyumbang 19,07 persen terhadap PDB nasional.

 

Menariknya, kontribusi sektor pengolahan di Lampung terhadap PDRB daerah justru berada di atas rata-rata nasional, yakni mencapai 19,11 persen.

 

"Kontribusi industri pengolahan di Lampung terhadap PDRB daerah mencatatkan angka sebesar 19,11 persen. Angka ini bahkan lebih tinggi dibanding kontribusi industri pengolahan secara nasional yang berada di angka 19,07 persen." Ujar Wamenperin Faisol Riza, di Hotel Radisson, Kamis (16/7/2026).

 

Wamenperin menekankan bahwa kekuatan utama industri pangan ini ditopang oleh Industri Kecil dan Menengah (IKM). Secara nasional, IKM pangan memegang porsi 46,63 persen dari total unit usaha pangan dengan jumlah mencapai kurang lebih 2 juta unit usaha.

 

"Industri Kecil Menengah (IKM) pangan memegang porsi dominan sebesar 46,63 persen dengan jumlah unit usaha mencapai kurang lebih 2 juta unit. Ini menegaskan bahwa IKM pangan bukan hanya penyedia bahan pokok atau pembantu pertumbuhan ekonomi, tapi motor penggerak investasi rakyat dan pencipta lapangan kerja."jelasnya.

 

Lebih lanjut, Wamenperin mengapresiasi kepemimpinan daerah Lampung yang dinilai proaktif dalam menerbitkan regulasi yang berpihak pada petani dan industri.

 

"Kami secara khusus mengapresiasi Pemerintah Provinsi Lampung yang telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Tata Kelola dan Hilirisasi Singkong. Ini adalah payung hukum yang sangat penting agar kemitraan antara industri besar dan petani berjalan adil," tambah Faisol Riza.

 

Sebelum menghadiri acara, Wamenperin Faisol Riza didampingi Wakil Gubernur Lampung juga menyempatkan diri meninjau lokasi rencana pembangunan Balai Diklat Industri (BDI) di Lampung. 

 

Kehadiran BDI ini diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten, guna mendukung klaster pangan daerah.

 

Kemenperin juga berkomitmen mengimplementasikan Instruksi Menteri Perindustrian Nomor 2 Tahun 2025 mengenai program Vendor Development. 

 

Program ini mewajibkan kemitraan strategis antara industri skala besar dengan IKM lokal di Lampung demi membangun rantai pasok pangan yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing global dalam 5 hingga 10 tahun ke depan.

 

BACA JUGA: Kemenperin Perkuat Hilirisasi Singkong, Lampung Timur Diproyeksikan Jadi Sentra Industri Olahan

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA