Foto Istimewa
Saibumi.com(SMSI), Bandar Lampung – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan alasan yang mendorong dirinya terus maju dalam kontestasi pemilihan presiden meski beberapa kali mengalami kekalahan.
Menurutnya, tekad tersebut lahir dari keprihatinan terhadap arah pembangunan bangsa yang dinilai telah menyimpang sejak dekade 1990-an.
BACA JUGA: Kejuaraan Domino HUT POMAD Jadi Momentum Kebangkitan Orado Lampung
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato pada Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang digelar di Lampung, Rabu (10/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengingatkan bahwa dirinya telah mengikuti lima kali kontestasi pemilihan presiden sejak 2004 hingga 2024.
Dari lima kali pencalonan, ia harus menerima kekalahan sebanyak empat kali sebelum akhirnya dipercaya rakyat untuk memimpin Indonesia.
“Kenapa saya ingin jadi presiden? Saya ingin jadi presiden karena saya sudah lihat dari tahun 90-an Indonesia menuju arah yang salah. Saya sudah melihat. Saya bukan mau jadi presiden hanya untuk jadi presiden,” ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, sebagian kalangan elite kerap terjebak dalam konflik dan perdebatan yang tidak produktif. Sebaliknya, masyarakat dinilai lebih memahami pentingnya persatuan, kerja sama, dan kerukunan sebagai modal utama untuk mencapai kesejahteraan.
Ia menegaskan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai apabila seluruh elemen masyarakat mengedepankan kebersamaan dibandingkan perpecahan.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung berbagai kritik yang kerap diterima oleh pemimpin negara. Ia mencontohkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang pernah mendapat sorotan karena dianggap jarang melakukan kunjungan ke luar negeri.
Sementara dirinya, kata Prabowo, justru menerima kritik karena dinilai terlalu sering melakukan lawatan internasional.
“Jokowi tidak pernah ke luar negeri disalahkan. Saya sering ke luar negeri juga disalahkan,” ungkapnya.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan non-blok di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Menurut dia, prinsip tersebut merupakan warisan para pendiri bangsa yang harus terus dijaga dan menjadi pedoman dalam menjalin hubungan dengan negara-negara lain.
“Politik luar negeri Indonesia adalah politik non-aligned, politik non-blok, politik bebas aktif. Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia memilih untuk membangun hubungan baik dengan seluruh negara tanpa berpihak pada blok kekuatan tertentu. Karena itu, pemerintah terus menjaga komunikasi dan kerja sama dengan berbagai negara besar di dunia.
Prabowo mengaku tetap menjalin hubungan diplomatik dengan sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Menurutnya, sebagai kepala negara, memenuhi undangan para pemimpin dunia merupakan bagian dari tugas diplomasi untuk menjaga kepentingan nasional Indonesia.
“Kalau Presiden Amerika Serikat mengundang Presiden Indonesia, berani saya tidak datang? Presiden Rusia mengundang juga. Diundang Presiden Xi Jinping juga hadir. Itu tugas Presiden Indonesia,” katanya.
Prabowo juga menilai posisi Indonesia saat ini semakin diperhitungkan di dunia internasional, karena dikenal sebagai negara yang tidak mencari musuh dan terbuka untuk bekerja sama dengan semua pihak.
Ia menegaskan akan terus menjalankan kebijakan luar negeri yang berorientasi pada kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia.
“Selama saya yakin saya kerja untuk bangsa dan rakyat Indonesia, selamanya saya tidak ragu-ragu,” pungkasnya.
BACA JUGA: Kejuaraan Domino HUT POMAD Jadi Momentum Kebangkitan Orado Lampung
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 649
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 303
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 241
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 201
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 190
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 78
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 56
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 55
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 55
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 49
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 47
BERLANGGANAN BERITA