Logo Saibumi

Waspada! Astra Motor Natar Ungkap Kebiasaan Sepele yang Bikin V-Belt Motor Matik Cepat Putus

Waspada! Astra Motor Natar Ungkap Kebiasaan Sepele yang Bikin V-Belt Motor Matik Cepat Putus

Saibumi.com(SMSI)LAMPUNG SELATAN, 13 April 2026 – Sebagai komponen vital yang meneruskan tenaga dari mesin ke roda belakang, kondisi V-Belt pada motor matik sangat menentukan performa berkendara. Namun, banyak pengendara yang tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari dalam berkendara justru dapat memperpendek usia pakai komponen ini secara drastis, bahkan hingga menyebabkan putus di tengah jalan.

Guna mencegah risiko yang membahayakan di jalan raya, Astra Motor Natar membagikan edukasi mengenai beberapa kebiasaan yang sering diabaikan namun berdampak buruk bagi kesehatan V-Belt.

Ardhian Yoga Purna, Kepala Cabang Astra Motor Natar, menjelaskan bahwa V-Belt terbuat dari bahan karet yang diperkuat serat kawat, yang memiliki batas toleransi terhadap panas dan tekanan. Jika dipaksa bekerja di luar batasnya, V-Belt akan mengalami keretakan dan putus sebelum waktunya.

BACA JUGA: CVT All New PCX 150 Terasa Getar? Astra Motor Natar Ungkap Dua Penyebab Utama dan Solusinya

“Banyak pengguna motor matik hanya fokus pada penggantian oli, namun melupakan kesehatan area CVT, khususnya V-Belt. Padahal, jika komponen ini putus saat motor melaju kencang, risiko kecelakaan sangat tinggi,” ungkap Ardhian.

Berdasarkan data teknis para ahli di AHASS, berikut adalah kebiasaan yang bikin V-Belt cepat rusak:

Kebiasaan Menahan Gas Saat Berhenti (Gantung Gas):
Seringkali pengendara motor matik menahan gas sambil menarik rem saat di tanjakan atau lampu merah. Kebiasaan ini membuat kampas ganda bergesekan terus-menerus dengan rumah kopling, menciptakan panas berlebih di ruang CVT yang membuat karet V-Belt mengeras (getas) dan mudah retak.

Membawa Beban Berlebih secara Terus-Menerus:
Memaksakan motor membawa beban di luar kapasitas maksimal membuat mesin bekerja ekstra keras. Tekanan yang sangat tinggi ini membuat V-Belt menegang melampaui batas elastisitasnya, sehingga lebih cepat aus atau mulur.

Gaya Berkendara yang Agresif (Hentak Gas):
Sering melakukan akselerasi mendadak secara kasar dari posisi diam memberikan beban kejut yang besar pada serat-serat V-Belt.

Mengabaikan Kebersihan Area CVT:
Membiarkan debu atau kotoran menumpuk di area transmisi tanpa pembersihan berkala dapat menghambat pendinginan alami, yang mempercepat degradasi material karet V-Belt.

Ardhian Yoga Purna menegaskan bahwa kunci keselamatan berkendara sesuai semangat #Cari_Aman adalah perawatan preventif. “Idealnya, V-Belt harus diperiksa setiap 8.000 KM dan wajib diganti secara rutin setiap 24.000 KM. Namun, jika motor sering digunakan untuk beban berat atau perjalanan jauh, pengecekan harus lebih sering dilakukan,” tambahnya.

Astra Motor Natar mengimbau konsumen untuk selalu menggunakan Honda Genuine Parts jika melakukan penggantian. Suku cadang asli telah didesain presisi untuk menahan suhu panas tinggi dan memiliki daya tahan yang jauh lebih unggul dibandingkan produk non-resmi.

“Jangan tunggu sampai putus di jalan. Lakukan servis rutin di AHASS Astra Motor Natar untuk memastikan seluruh komponen transmisi Anda dalam kondisi optimal demi keamanan dan kenyamanan perjalanan Anda,” tutup Ardhian.

Tentang Astra Motor Natar:
Astra Motor Natar adalah dealer resmi Honda di Lampung Selatan yang melayani penjualan, servis (AHASS), dan suku cadang. Fokus pada layanan prima dan edukasi keselamatan berkendara #Cari_Aman untuk seluruh pengguna sepeda motor di wilayah Lampung.

Kontak Media:
Astra Motor Natar
Jl. Raya Natar No.93, Merak Batin, Kec. Natar, Kabupaten Lampung Selatan.
0721 92661 / 082183636395

 

BACA JUGA: CVT All New PCX 150 Terasa Getar? Astra Motor Natar Ungkap Dua Penyebab Utama dan Solusinya

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA