Foto | Istimewa
Saibumi.com(SMSI), Bandar Lampung - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Lampung menjatuhkan sanksi tegas kepada pemain Farmers Angonsaka FC, Fandi Ega Pratama. Ia dihukum larangan mengikuti kompetisi selama tiga tahun usai insiden pemukulan pada final Liga 4 Piala Gubernur Lampung.
Insiden terjadi saat Farmers Angonsaka FC menghadapi TS Saiburai Lampung FC di Stadion Pahoman, Jumat (13/2/2026). Dalam laga tersebut, Angonsaka menang tipis 1-0.
BACA JUGA: Jika Tak Diperbaiki, Warga Siap Kirim Pohon Pisang dan Lele ke Pemkab Lampung Timur
Plt Ketua PSSI Provinsi Lampung Sumardji mengatakan keputusan diambil setelah Panitia Disiplin (Pandis) melakukan review laporan pertandingan dan rekaman video secara menyeluruh.
"Wasit I Komang Agus Sapayana dan perangkat pertandingan lainnya telah menjalankan tugas sesuai Laws of the Game," ujar Sumardji kepada wartawan, Selasa (17/2/2026).
Ia menjelaskan, keributan terjadi pada menit ke-47. Fandi Ega Pratama (nomor punggung 39) kedapatan memukul atau menampar pemain TS Saiburai, Afrizal (nomor punggung 22). Wasit langsung mengeluarkan kartu merah kepada Fandi.
Sementara Afrizal sebelumnya mendapat kartu kuning karena dinilai memprovokasi dengan menginjak kaki Fandi. Karena sudah mengantongi kartu kuning, ia kemudian menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.
Berdasarkan Kode Disiplin PSSI 2025, termasuk Pasal 47 tentang pelanggaran berat serta Law 12 Laws of the Game, Pandis menjatuhkan hukuman berat kepada Fandi.
"Setelah melihat review video pertandingan secara utuh dan mempertimbangkan fakta serta dasar hukum, kami menjatuhkan sanksi larangan mengikuti agenda kompetisi PSSI selama tiga tahun," tambahnya.
Selain skors, Fandi juga dikenai denda Rp2,5 juta. Sumardji menegaskan keputusan Pandis bersifat final dan tidak dapat diajukan banding.
"Artinya kami secara tegas menghukum pemain tersebut. Kami berharap pemain, klub, dan seluruh insan sepak bola Lampung bisa belajar dari kejadian ini," jelasnya.
PSSI Lampung juga mengajak seluruh stakeholder sepak bola menjunjung sportivitas dan saling menghormati demi kemajuan sepak bola daerah.
Sementara, manajemen Angonsaka FC melalui akun Instagram resminya menyampaikan penyesalan atas insiden tersebut. Klub meminta maaf kepada tim lawan, perangkat pertandingan, panitia, suporter, serta masyarakat pecinta sepak bola Lampung.
Manajemen menyatakan menerima keputusan PSSI dan akan melakukan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak terulang.
BACA JUGA: Jika Tak Diperbaiki, Warga Siap Kirim Pohon Pisang dan Lele ke Pemkab Lampung Timur
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 643
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 298
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 239
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 198
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 187
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 49
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 43
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 42
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 41
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 38
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 36
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 34
BERLANGGANAN BERITA