Saibumi.com(SMSI), Bandarlampung- Menyambut momentum pergantian tahun, Khilafatul Muslimin menegaskan komitmennya untuk menjaga persatuan bangsa, serta menghormati kemajemukan masyarakat Indonesia.
Hal tersebut disampaikan, sebagai upaya meluruskan berbagai stigma dan kesalahpahaman yang selama ini berkembang di tengah publik.
Juru Bicara Khilafatul Muslimin, Abu Salma, mengatakan organisasinya kerap disalahpahami akibat minimnya ruang dialog dan klarifikasi langsung kepada masyarakat.
“Kami ingin meluruskan pandangan yang berkembang agar masyarakat dapat memahami posisi kami secara utuh,” ujar Abu Salma kepada awak media, Senin (29/12/2025).
Abu Salma menegaskan, konsep khilafah yang dipahami Khilafatul Muslimin tidak dimaknai sebagai upaya merebut kekuasaan, atau mengganti sistem ketatanegaraan Indonesia. Menurutnya, khilafah dipahami sebagai ikatan persaudaraan umat Islam dalam menjalankan ajaran agama.
“Kami tidak pernah memiliki agenda untuk mengubah sistem politik Indonesia, ataupun mengganggu kedaulatan negara,” tegasnya.
Terkait isu simbol negara, Abu Salma juga menekankan bahwa Khilafatul Muslimin menghormati Bendera Merah Putih sebagai simbol kebangsaan. Ia menyebut, penghormatan terhadap simbol negara tidak bertentangan dengan keyakinan keagamaan.
“Bendera negara adalah simbol kebangsaan. Menghormatinya tidak mengubah akidah kami,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kontribusi Khilafatul Muslimin terhadap bangsa diwujudkan melalui pembinaan moral dan spiritual masyarakat. Menurutnya, pembentukan karakter menjadi bagian penting dari pembangunan bangsa yang berkelanjutan.
“Kami membina warga agar taat hukum, jujur, dan menjauhi perilaku menyimpang. Itu bentuk kontribusi kami untuk Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Humas Khilafatul Muslimin, Ustaz Zulmar, menegaskan bahwa organisasinya tidak bertentangan dengan ideologi Pancasila. Ia menilai, anggapan yang menyebut Khilafatul Muslimin ingin mengganti Pancasila sebagai kesimpulan sepihak.
“Kesimpulan tersebut muncul tanpa mendengar penjelasan langsung dari kami,” kata Zulmar.
Ia menjelaskan, aktivitas Khilafatul Muslimin berfokus pada pelaksanaan ajaran agama secara berjamaah dan tidak diarahkan pada kepentingan politik praktis.
Zulmar menambahkan, Khilafatul Muslimin tetap menjalankan kewajiban sebagai warga negara Indonesia, termasuk kepemilikan identitas resmi.
Dirinya juga menyebut, pimpinan Khilafatul Muslimin telah menyatakan bahwa nilai-nilai Pancasila sejalan dengan ajaran Islam.
Selain itu, semangat kebangsaan juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial dan pendidikan di sejumlah daerah, seperti pendirian pesantren secara mandiri, layanan kesehatan gratis, serta aksi sosial kemasyarakatan.
“Kami berupaya hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat tanpa membedakan latar belakang,” pungkasnya.*
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 644
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 299
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 241
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 199
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 188
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 63
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 50
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 50
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 46
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 45
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 43
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 41
BERLANGGANAN BERITA