Foto.ist
Saibumi.com(SMSI), Bandarlampung- KONI Provinsi Lampung, menyatakan kesiapan untuk mengambil alih status tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028, menyusul adanya opsi kolaborasi lintas Provinsi yang dibuka oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelumnya, KONI Nusa Tenggara Barat (NTB) dan NTT telah mencalonkan diri sebagai tuan rumah bersama PON XXII 2028.
BACA JUGA: Pencarian Hari Ketiga Masih Nihil, Basarnas Kerahkan Pesawat Cari 8 ABK KM Maulana 30
Namun, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma membuka peluang kerjasama dengan Provinsi lain, untuk penyelenggaraan sejumlah cabang olahraga (cabor).
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum II KONI Provinsi Lampung, Riagus Ria, menegaskan bahwa Lampung bersama Provinsi Banten siap menggantikan NTB dan NTT, apabila dinilai belum siap menjadi tuan rumah PON 2028.
“Kalau memang NTB dan NTT tidak siap untuk jadi tuan rumah PON 2028, KONI Lampung bersama Banten siap menggantikan. NTB dan NTT nanti di tahun 2032 saja,” ujar Riagus, Selasa (23/12/2025).
Riagus menambahkan, Lampung dan Banten telah memiliki fasilitas dan venue olahraga yang memadai untuk menggelar ajang olahraga Nasional tersebut, sehingga tidak memerlukan pembangunan venue baru.
“Lampung dan Banten sudah punya venue pertandingan yang memadai untuk menggelar PON. Jadi tidak perlu bangun venue baru. Soal lainnya nanti bisa dikoordinasikan. Intinya, kami siap menjadi tuan rumah PON 2028, tidak perlu menunggu 2032,” tegasnya.
Diketahui, saat ini KONI Lampung dan Banten memang tengah dalam proses pencalonan sebagai tuan rumah pada PON XXIII tahun 2032.
Namun, dengan adanya dinamika kesiapan tuan rumah PON 2028, Lampung menyatakan kesiapannya untuk maju lebih awal.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi NTT masih menunggu surat keputusan dari Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, terkait penetapan NTB dan NTT sebagai tuan rumah PON 2028.
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma sebelumnya menyampaikan bahwa, Pemerintah membuka peluang kolaborasi dengan Provinsi lain yang telah memiliki infrastruktur olahraga memadai.
“Pemerintah membuka peluang kolaborasi untuk DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028,” ujar Johni, dikutip dari detik.com, Minggu (21/12/2025).
Menurut Johni, pembangunan venue olahraga membutuhkan anggaran yang sangat besar. Oleh karena itu, pemanfaatan fasilitas yang sudah tersedia di Provinsi lain dinilai lebih efisien.
“Venue-venue yang pembangunannya mahal bisa dilaksanakan di DKI, Jawa Barat, atau Jawa Timur. Ini bagus karena ada kolaborasi, pembiayaan bisa lebih hemat dan tidak terlalu mahal,” pungkasnya.*
BACA JUGA: Pencarian Hari Ketiga Masih Nihil, Basarnas Kerahkan Pesawat Cari 8 ABK KM Maulana 30
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 649
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 303
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 241
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 201
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 190
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 77
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 56
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 55
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 54
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 49
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 47
BERLANGGANAN BERITA