Presiden Prabowo Subianto memimpin sidang kabinet paripurna 1 tahun pemerintahannya (Sumber Foto: Beritasatu TV/BPMI Setpres)
Saibumi.com (SMSI), Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai tingkat keberhasilan 99,99 persen selama satu tahun pertama masa pemerintahannya. Ia menilai kasus keracunan makanan yang sempat terjadi dalam pelaksanaan program tersebut masih tergolong wajar dan manusiawi.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna peringatan satu tahun pemerintahan bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025), dikutip dari beritasatu.com
“Hari ini program makan bergizi gratis sudah sampai pada tahap 12.508 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau unit dapur terpusat, dari target kita 32.000,” ujar Prabowo.
Menurutnya, hingga kini SPPG telah menyiapkan dan menyalurkan 1,41 miliar porsi makanan bergizi, dengan penerima manfaat mencapai 36,7 juta anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di seluruh Indonesia.
“Jumlah itu setara memberi makan enam kali populasi penduduk Singapura. Ini prestasi yang dipantau banyak negara,” kata Prabowo dengan bangga.
Prabowo juga membandingkan capaian Indonesia dengan Brasil, yang membutuhkan waktu lebih dari satu dekade untuk menjangkau penerima manfaat dalam jumlah serupa.
“Presiden Brasil mengatakan, mereka butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima. Kita alhamdulillah, dalam satu tahun sudah 36 juta,” ucapnya.
Ia menambahkan, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sempat berupaya menargetkan 40 juta penerima MBG pada tahun pertama. Namun, Prabowo meminta agar pelaksanaan tidak dipaksakan demi menjaga kualitas distribusi makanan.
“Saya katakan, jangan dipaksakan, yang penting pelaksanaannya baik,” ungkapnya.
Prabowo mengakui masih ada kekurangan dalam pelaksanaan MBG, termasuk sejumlah kasus keracunan. Namun, ia menegaskan jumlah tersebut sangat kecil dibandingkan total penerima manfaat.
“Ada beberapa ribu yang keracunan, sakit perut, tapi kalau dilihat secara statistik, sekitar 8.000 dari 1,41 miliar porsi masih dalam koridor eror yang manusiawi, sekitar 0,0007 persen. Artinya 99,99 persen berhasil,” tuturnya.
Menurutnya, tidak ada program besar yang bisa mencapai tingkat kesempurnaan tanpa kesalahan sama sekali.
“Sepanjang sejarah, hampir tidak ada usaha manusia dengan volume sebesar itu yang bisa zero error, zero defect,” tambahnya.
Prabowo memastikan pemerintah akan terus meningkatkan kualitas dan pengawasan program MBG. Ia telah menginstruksikan BGN untuk menetapkan prosedur tetap agar pelaksanaan di lapangan semakin baik dan aman. (GA)
BACA JUGA: Kopda Bazarsah Gagal Banding, Vonis Mati Dikuatkan Pengadilan Tinggi Militer Medan
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 644
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 300
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 241
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 199
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 188
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 70
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 53
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 53
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 48
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 45
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 43
BERLANGGANAN BERITA