Saibumi.com (SMSI), Lampung — Provinsi Lampung mencatat tingkat inflasi yang relatif terkendali pada September 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan (year-on-year/yoy) Lampung tercatat sebesar 1,17 persen, menjadikannya provinsi dengan inflasi terendah keempat secara nasional.
Sementara secara nasional, tingkat inflasi pada periode yang sama mencapai 2,65 persen (yoy) dengan inflasi bulanan sebesar 0,21 persen (month-to-month).
Kondisi tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara daring oleh Kementerian Dalam Negeri, Senin (6/10/2025). Rapat diikuti oleh Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekubang) Bani Ispriyanto dari Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung.
Dalam arahannya, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah dengan tingkat inflasi tinggi untuk segera melakukan pengecekan lapangan, terutama di wilayah yang tidak memiliki hambatan distribusi, guna memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat.
Tomsi juga menekankan pentingnya pengendalian inflasi berbasis data dan analisis tren harga. Ia meminta setiap daerah mempelajari pola perubahan harga dalam tiga tahun terakhir agar dapat mengambil langkah antisipatif terhadap potensi kenaikan harga komoditas.
“Pelajari data tiga tahun terakhir dan lakukan analisis. Kalau diperkirakan harga komoditas tertentu naik bulan depan, segera ambil langkah pencegahan dan koordinasi. Jangan hanya bertindak setelah harga sudah naik,” tegas Tomsi.
Selain itu, ia mendorong setiap daerah memiliki standar operasional prosedur (SOP) pengendalian inflasi yang sistematis dan berkelanjutan. Menurutnya, upaya pengendalian harus bersifat preventif dan terencana, bukan hanya reaktif.
Dari sisi komoditas, BPS mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar di Lampung, dengan andil 0,11 persen terhadap inflasi bulanan. Beberapa komoditas utama penyumbang inflasi antara lain cabai merah, daging ayam ras, dan cabai hijau.
Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatat kenaikan harga, dipengaruhi oleh meningkatnya harga emas perhiasan.
Dengan tingkat inflasi yang masih terkendali dan berada di bawah rata-rata nasional, Pemerintah Provinsi Lampung dinilai berhasil menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui koordinasi lintas sektor serta pemantauan rutin di lapangan. (GA)
BACA JUGA: Menkeu Purbaya Kejutkan Bank Mandiri, Cek Penyaluran Dana Rp55 Triliun
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 644
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 298
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 239
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 198
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 187
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 48
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 47
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 44
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 41
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 40
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 38
BERLANGGANAN BERITA