Bandar Lampung Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Lampung menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda), Sabtu-Minggu (20-21/9/2025).
Rapimda Pemuda Katolik Komda Lampung kali ini menggarisbawahi pentingnya penguatan kemandirian ekonomi generasi muda melalui literasi pasar modal.
Tema besar kegiatan, “Pemuda Katolik Berjalan Bersama Pemerintah Mewujudkan Provinsi Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045,” dipadukan dengan seminar “Meraup Cuan Menuju Kemandirian Finansial” yang menghadirkan narasumber dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta perusahaan sekuritas.
BACA JUGA: Buku Bukan Alat Bukti Pidana: KLASIKA Kritik Praktik Penyitaan oleh Aparat
Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma, menegaskan bahwa pembangunan Indonesia menuju 2045 tidak hanya membutuhkan kontribusi politik, tetapi juga kesiapan ekonomi generasi muda. Literasi pasar modal, menurutnya, adalah pintu masuk bagi anak muda untuk menata masa depan finansial yang lebih mandiri, sekaligus menjadi strategi nyata menghadapi tantangan ekonomi global.
“Pemuda Katolik harus hadir bukan sekadar sebagai penggerak sosial, tetapi juga sebagai pionir dalam mencetak generasi investor muda. Dengan begitu, kita tidak hanya mendukung program pemerintah, tapi juga memastikan bonus demografi benar-benar membawa dampak kesejahteraan menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Rapimda ini juga diwarnai penandatanganan nota kesepahaman dengan berbagai lembaga strategis, termasuk BPJS Ketenagakerjaan, BEI, OJK, dan Phillip Sekuritas Indonesia. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas akses literasi keuangan, jaminan sosial, serta investasi yang sehat di kalangan generasi muda.
Ketua Pemuda Katolik Komda Lampung, Falentinus Andi, SH, MH, menekankan bahwa kemandirian finansial adalah kunci agar pemuda tidak terjebak dalam praktik merugikan seperti judi online, pinjaman ilegal, dan investasi bodong. “Kami ingin membekali kader dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak, sehingga mereka dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang kuat. Rapimda kali ini kami arahkan untuk mempertegas positioning Pemuda Katolik sebagai mitra pemerintah dalam membangun ketahanan ekonomi daerah menuju 2045,” jelasnya.
Moderator Pemuda Katolik Komda Lampung, Pastor Philipus Suroyo, menambahkan bahwa literasi keuangan bukan hanya soal investasi, tetapi juga pendidikan karakter generasi muda agar lebih kritis dalam menyikapi arus informasi. “Dengan bekal literasi, para pemuda dapat menjadi agen perubahan yang melindungi masyarakat dari jebakan ekonomi semu dan sekaligus memperkuat pondasi Indonesia menuju visi Emas 2045,” katanya.
Rapimda ini menegaskan peran Pemuda Katolik Lampung sebagai jembatan strategis antara dunia sosial, politik, dan ekonomi. Dengan literasi pasar modal sebagai salah satu instrumen, organisasi ini berupaya melahirkan generasi muda yang mandiri, resilien, dan siap berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
BACA JUGA: Buku Bukan Alat Bukti Pidana: KLASIKA Kritik Praktik Penyitaan oleh Aparat
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 642
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 295
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 265
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 234
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 197
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 186
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 38
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 35
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 34
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 31
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 30
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 29
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 25
BERLANGGANAN BERITA