Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung resmi meluncurkan program Kelas Migran Vokasi bagi pelajar SMA dan SMK, sebagai langkah strategis menjawab tantangan bonus demografi dan tingginya tingkat pengangguran di kalangan lulusan sekolah menengah. Program ini mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dan dijadikan sebagai percontohan nasional pertama di Indonesia.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan bahwa dari total 9,4 juta penduduk Lampung, sebanyak 70 persen berada pada usia produktif. Namun, masih terjadi ketimpangan antara jumlah lulusan SMA/SMK yang mencapai 110 ribu per tahun dengan ketersediaan lapangan kerja. Dari jumlah itu, hanya sekitar 21 persen yang melanjutkan ke perguruan tinggi, dan sebagian besar lainnya belum terserap oleh dunia kerja.
“Kalau kita lambat bertindak, ini bisa jadi bom waktu pengangguran. Maka Kelas Migran ini adalah solusi nyata,” tegas Rahmat dalam sambutannya, Rabu (30/7/2025).
Saat ini, tercatat sebanyak 8.500 siswa telah mendaftar dalam program tersebut. Pemerintah juga mengerahkan 44 guru bahasa Jepang yang tersebar di berbagai sekolah untuk mendukung kesiapan siswa.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding, mengapresiasi langkah cepat dan serius yang dilakukan Provinsi Lampung. Menurutnya, dibandingkan daerah lain yang masih sebatas wacana, Lampung sudah bergerak konkret hanya dalam waktu dua bulan.
“Lampung tidak hanya punya ide, tapi langsung membuktikan dengan aksi. Ini yang pertama di Indonesia dan layak jadi model nasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program ini berpotensi besar menurunkan angka pengangguran, mengurangi kemiskinan, dan memperkuat perekonomian desa melalui remitansi para pekerja migran.
Karding juga menekankan pentingnya migrasi yang aman dan terampil. Ia menyebut bahwa banyak kasus eksploitasi terjadi karena keberangkatan yang tidak sesuai prosedur. Oleh karena itu, Kelas Migran diyakini dapat menjadi jalur resmi dan berkualitas untuk mencetak tenaga kerja muda yang kompeten dan terlindungi secara hukum.
Dalam kesempatan yang berlangsung pada Rabu, 30 Juli 2025, juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan Kementerian P2MI. Kerja sama ini memperkuat sinergi dalam penyaluran tenaga kerja ke luar negeri, khususnya ke negara-negara tujuan seperti Jepang, Korea Selatan, dan beberapa negara di Eropa.
Selain peluncuran Kelas Migran, turut diperkenalkan Aplikasi RMD dan Aksi Jihan, sebagai inovasi teknologi pendidikan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung. Kedua aplikasi ini dirancang untuk mendukung digitalisasi data pendidikan dan mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja global.
Gubernur Rahmat berharap program ini tidak hanya menghasilkan tenaga kerja terampil, tetapi juga menciptakan duta bangsa yang mampu membawa nama baik Indonesia di kancah internasional.
“Kita ingin anak-anak Lampung bekerja di luar negeri sebagai SDM unggul, sekaligus membawa budaya dan kebanggaan bangsa,” tutupnya.
BACA JUGA: Janji Tunai, Gubernur Mirza Punya Target Ambisius Lagi
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 653
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 305
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 267
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 242
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 203
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 192
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 99
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 62
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 58
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 58
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 55
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 53
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 50
BERLANGGANAN BERITA