Saibumi.com, Bandar Lampung - Cara merawat motor salah satunya dengan melakukan tune-up secara berkala. Motor yang secara rutin di tune-up performanya pasti akan terjaga. Selain itu konsumsi bensinnya juga akan seirit motor baru.
Tapi jangan keliru, tune-up itu berbeda dengan servis. Servis biasanya hanya mencakup penggantian oli atau perbaikan komponen tertentu. Sementara tune-up memiliki cakupan yang lebih luas. Berikut beberapa pengerjaan yang dilakukan mekanik saat tune-up.
Tune-up pada dasarnya adalah perawatan menyeluruh yang bertujuan untuk mengembalikan performa kendaraan ke kondisi terbaiknya. Proses ini penting mengingat motor yang digunakan setiap hari rentan terhadap perubahan performa akibat pemakaian terus-menerus. Tune-up menyasar area mesin, filter udara, dan komponen penting lainnya agar kendaraan tetap awet dan bertenaga.Tune-up mencakup pembersihan ruang bakar dan komponen lainnya seperti carbon chamber, jalur injektor, dan throttle body dari kotoran hasil pembakaran. Dengan begitu, proses pembakaran menjadi lebih optimal, sehingga motor lebih sehat dan nyaman dikendarai.
BACA JUGA: 4 Tips #Cari_Aman Menghindari Bahaya Rem Mendadak
Apa saja yang di cek saat Tune-Up?
Ada beberapa bagian yang akan dicek saat tune-up. Pertama, sektor Mesin. Tune-up di sektor mesin meliputi pemeriksaan kualitas oli, busi, dan filter udara. Filter bensin dan karburator juga dicek, sementara untuk motor injeksi perlu dilakukan pembersihan injektor serta penyetelan katup. Hal ini bertujuan agar sistem pembakaran tetap berjalan optimal dan mesin tidak kehilangan tenaga.Kedua, sektor sasis. Di sektor ini, tune-up mencakup pemeriksaan dan penyetelan rantai roda, pemeriksaan kondisi ban dan velg, serta pengecekan kampas rem. Volume minyak rem dan oli gardan juga harus diperhatikan, terutama pada motor jenis skuter matik (skutik) yang memiliki sistem transmisi khusus seperti roller. Ketiga, sektor transmisi. Pemeriksaan sektor ini melibatkan pengecekan tegangan aki dan pengisian motor. Selain itu, rangkaian pengapian, lampu, serta klakson juga diperiksa untuk memastikan semua komponen listrik berfungsi dengan baik. Ini penting agar motor tetap aman dan nyaman digunakan di jalan raya.
Tune-up tidak boleh dilakukan sembarangan. Waktu yang ideal adalah setiap 3 bulan sekali atau ketika motor mencapai jarak tempuh sekitar 2.000 km. Jika motor sering digunakan di jalan yang berdebu, tune-up harus dilakukan lebih sering untuk menjaga performa.
Sebaliknya, jika motor jarang digunakan atau digunakan pada kecepatan lambat, tune-up dapat dilakukan pada interval 3.000–4.000 km. Dan jarak tempuh bukan satu-satunya acuan. Jika motor menunjukkan gejala seperti tenaga berkurang, mesin "brebet", konsumsi bahan bakar yang boros, atau bahkan munculnya asap dari knalpot, segera lakukan tune-up agar performa kembali maksimal.(SB05)
BACA JUGA: 4 Tips #Cari_Aman Menghindari Bahaya Rem Mendadak
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 652
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 304
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 267
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 242
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 201
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 191
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 95
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 62
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 58
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 58
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 55
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 48
BERLANGGANAN BERITA