Logo Saibumi

Efek Mematikan Mesin Motor Dengan Menurunkan Standar Samping

Efek Mematikan Mesin Motor Dengan Menurunkan Standar Samping

Saibumi.com, Bandar Lampung - Mematikan mesin motor seharusnya dengan memutar kunci kontak ke posisi off. Tetapi banyak pengemudi mematikan mesin dengan menurunkan standar samping.

Cara ini dianggap lebih praktis dan lebih cepat. Namun, jika dilakukan terlalu sering, kebiasaan ini sebenarnya bisa berakibat buruk pada pada mesin dan komponen kelistrikan motor.

Berikut alasan kenapa sebaiknya jangan terlalu sering mematikan mesin motor dengan menurunkan standar samping dan beberapa efek buruk yang akan terjadi kalau terlalu sering mematikan mesin dengan standar samping.

BACA JUGA: Naik Motor Pada Malam Hari Apakah Bisa Menyebabkan Masuk Angin?

Pada motor-motor sekarang, mematikan mesin motor memang bisa dilakukan dengan menurunkan standar samping. Ini karena sensor pada standar samping yang terhubung ke engine control unit (ECU). Sehingga saat standar samping diturunkan, sensor akan mengirimkan perintah kepada ECU untuk segera memutus sistem pengapian. Jadi, mesin motor akan langsung mati meski kunci kontak dalam posisi on. Fitur ini semula diciptakan untuk keamanan. Tetapi belakangan ini standar samping malah sering digunakan untuk mematikan mesin.

1. Mematikan mesin dengan menurunkan standar samping berefek buruk ke aki

Saat standar samping diturunkan, maka mesin secara otomotis akan mati. Tapi banyak pengendara yang tidak tahu kalau kelistrikan motor tetap menyala meski standar samping telah diturunkan. Jika dibiarkan berlama-lama, maka aki akan kehabisan daya. Kalau kamu mematikan mesin dengan menurunkan standar samping, sebaiknya kunci kontak juga harus diputar ke posisi off. Ini penting agar arus listrik tidak tersedot ke komponen lain yang bisa membuat aki jadi soak.

2. Tidak disarankan memarkir motor terlalu lama dengan standar samping

Mematikan motor dengan menurunkan standar samping memang lebih praktis, tapi tidak disarankan. Selain itu standar samping juga tidak diciptakan untuk menahan beban motor terlalu lama.

Sebab terlalu sering atau terlalu lama menggunakan standar samping bisa memengaruhi stabilitas motor. Salah satu kasus yang umum terjadi pada motor yang sering menggunakan standar samping adalah ketidakseimbangan distribusi oli di dalam mesin.

Karena posisi motor miring dalam waktu lama, oli akan mengumpul di satu sisi mesin, dan ini bisa mengganggu pelumasan komponen-komponen penting saat motor dinyalakan kembali.

Akibatnya, komponen mesin yang tidak terlumasi dengan sempurna bisa mengalami keausan. Jadi, untuk menjaga stabilitas dan performa motor, sebaiknya gunakan standar dua atau standar tengah dibandingkan standar samping.(SB05)

BACA JUGA: Naik Motor Pada Malam Hari Apakah Bisa Menyebabkan Masuk Angin?

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA