Saibumi.com, Bandar Lampung - Ban dual purpose adalah ban motor serbaguna yang didesain untuk bisa digunakan di medan utama, baik di Aspal (on-road) maupun Off-road (tanah, kerikil, pasir, dan lain-lain).
Jalan yang cocok untuk penggunaan ban ini memang jalan aspal kota/tol, jalan tanah, bebatuan, pasir ringan, jalan desa, atau pegunungan yang bercampur antara aspal dan tanah. Makanya, ban ini disebut dual purpose alias dua fungsi.
Kenapa orang memilih memakai ban ini? Karena mereka ingin praktis dan fleksibel. Tidak perlu ganti ban tiap ganti jalur. Cukup satu ban, bisa dibawa main aspal atau trabas ringan.
BACA JUGA: Perawatan Baut dan Mur Pada Sepeda Motor Honda
Karna ban dual purpose cocok buat mereka yang suka rider adventure/touring atau pemotor yang tinggal di daerah campuran aspal dan tanah, atau orang yang ingin fleksibel tanpa ribet ganti ban tiap kali medan berubah.
Motor yang menggunakan ban dual purpose biasanya adalah motor-motor trail, supermoto, atau adventure touring.
Ciri-Ciri Ban Dual Purpose:
1. Pola kembangan (tapak): Biasanya lebih kasar dan dalam dari ban aspal biasa, tapi nggak sekasar ban off-road murni.
2. Komponen ban: Dirancang agar tetap punya grip di medan licin tanpa cepat aus di aspal.
3. Ban dual purpose atau ban ganda fungsi memiliki kelebihan dan kekurangan. Mari kita simak:
Kelebihan (Plus) Ban Dual Purpose:
1.Serbaguna
Bisa dipakai di aspal maupun jalan tanah/kerikil tanpa perlu ganti ban. Cocok buat rider yang sering touring atau masuk jalur semi-off-road.
2. Lebih Tangguh
Desain tapaknya (kembangan ban) dibuat lebih kuat dan tahan terhadap kondisi kasar seperti batu, pasir, atau tanah.
3. Menghemat Biaya
Gak perlu punya dua set ban (khusus on-road & off-road). Satu ban bisa dipakai untuk banyak medan.
4. Handling Masih Aman di Dua Medan
Meskipun nggak sebaik ban spesialis, tetap punya grip lumayan di aspal dan off-road.
Kekurangan (Minus) Ban Dual Purpose:
1. Kinerja Tidak Maksimal di Medan Ekstrem
Di aspal, grip bisa kurang optimal, apalagi saat hujan atau kecepatan tinggi.
Di off-road berat (lumpur dalam, pasir longgar), traksinya juga gak sekuat ban off-road murni.
2. Lebih Berisik di Aspal
Karena pola tapaknya kasar, ban bisa menghasilkan suara dengung saat melaju di jalan mulus.
3. Usia Pakai Lebih Pendek (Tergantung Medan)
Kalau sering dipakai full di aspal, ban dual purpose bisa cepat botak karena komponnya lebih lunak daripada ban aspal biasa.
4. Bobot Lebih Berat
Biasanya lebih berat dari ban on-road biasa, jadi bisa sedikit ngaruh ke akselerasi dan konsumsi BBM (sedikit aja sih).(SB05)
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 649
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 303
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 241
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 201
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 190
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 79
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 56
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 56
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 55
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 49
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 47
BERLANGGANAN BERITA