Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana dikabarkan pada Jumat 7 Maret 2025 datangi lokasi jalan rusak yang menjadi permaslahatan di daerah itu. Buntutnya, dilakukan pemasangan portal penutup akses jalan di depan Kantor Kecamatan Bumi Waras lantaran perbaikan yang dilakukan oleh gudang industri setempat tidak maksimal.
“Kemarin sore, walikota datang ke sini karena jalan depan itu enggak bagus. Sekitar jam 3 sore kemari, malam nya jam 8 masang portal," ujar Hendri.
Pasca pertemuan tersebut, ternyata belum ada titik terang apakah jalan terbaik yang bisa diambil. Namun, kondisi ditutupnya pintu keluar pabrik dengan portal tersebut menimbulkan dampak buruk bagi pekerja. Pasalnya, karena tidak ada akses keluar masuk truk pengangkut semen maka buruh tidak ada pekerjaan.
“Kami enggak kerja hari ini mbak, karena gimana mau kerja kalau tidak ada semen yang masuk dan keluar. Distribusi nya enggak berjalan. Jadi kami cuma duduk aja dari tadi pagi bingung mau ngapain,” katanya.
Selain itu, pekerja lainnya Heri mengatakan, warga setempat juga pun merupakan buruh harian lepas yang penghasilannya bergantung pada mobilitas distribusi semen setiap harinya. Karena truk pengangkut tidak bisa keluar masuk maka tidak ada pekerjaan yang bisa dilakukan oleh buruh.
“Upah kami ini harian, kalau ada truk masuk gitu kami angkut barangnya kemudian hasilnya kami bagi rata antar sesama buruh. Pendapatan kami tergantung pada berapa jumlah truk yang keluar masuk pabrik, kalau tidak ada yg beroperasi ya kami jelas gak ada pemasukan,”imbuh Heri.
Pihaknya menyampaikan bahwa, buruh beserta warga setempat meminta pemerintah kota untuk mempertimbangkan setiap keputusan apakah akan berdampak baik atau buruk bagi masyarakat.
“Harusnya Pemkot lihat juga apakah memasang portal ini berguna bagi kami atau justru nyusahin kami. Pemerintah harusnya bijak dong,” pungkas Heri.
Di sisi lain, salah satu buruh harian Badri mengataka, pasca dibangunnya portal tersebut situasi ini mengancam nasib kehidupan para buruh. Karena apabila gudang tersebut tidak beroperasi pihaknya terancam kehilangan tempat mencari nafkah.
Belum lagi, Ia mengatakan bahwa, saat ini merupakan bulan ramadhan, kalau dibiarkan terus tidak bekerja begini tentu tidak menerima upah.
"Kebijakan pemerintah yang menghambat perekonomian kami ini yang akan membuat tingginya angka kriminalitas di masyarakat. Karena gak ada pekerjaan dan tidak punya uang untuk memenuhi kebutuhan hidup, akhirnya masyarakat mau tidak mau melakukan hal-hal yang tidak dinginkan," ujar Badri.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melalui pamong setempat Lurah dan Camat sedang dalam proses konfirmasi. (Tin)
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 641
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 294
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 264
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 233
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 197
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 186
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 32
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 29
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 27
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 27
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 26
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 25
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 22
BERLANGGANAN BERITA