Ketua Umum Laskar Lampung Ir. Nerozeli Koenang alias Panglima Nero
Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Kota tapis berseri digemparkan dengan kedatangan empat bus yang membawa sekitar 200 orang dari ke Universitas Malahayati, Senin (03/03/2025).
Berdasarkan informasi yang beredar, ratusan orang tersebut ialah antek-antek (~red) Rusli Bintang, pemilik Universitas & Rumah Sakit Malahayati, yang saat ini terlibat konflik dengan Istri pertama dan Anak-anaknya yang juga diketahui merupakan Anggota DPR RI Muhammad Khadafi.
Mereka diperkirakan memiliki tujuan tertentu terkait perebutan kendali kampus Universitas Malahayati. Kehadiran rombongan tersebut memicu reaksi keras dari warga setempat yang menganggap hal ini sebagai bentuk intervensi yang mengancam ketertiban dan kehormatan masyarakat Lampung.
Ir. Nerozeli Koenang sebagai salah satu tokoh masyarakat Lampung sekaligus Ketua Umum Laskar Lampung menyayangkan peristiwa tersebut karena situasi semacam itu memicu ketegangan juga kemarahan warga, terutama suku asli Lampung, yang merasa martabat dan adat istiadat mereka telah diinjak.
"Persoalan Malahayati adalah persoalan keluarga. Tak sepantasnya Bapak dan Anak yang sudah hidup di Lampung bawa-bawa orang dari luar dan membuat suasana panas di di sini, apalagi sampe nurunin preman, Lampung ini punya pi’il (Martabat~red), sama-sama kita jaga," kata Nero kepada Saibumi.com pada Senin (03/03).
Nero menuturkan bahwa ketegangan ini menyadarkan kita akan pentingnya menghormati dan menghargai adat serta budaya lokal, dan menghindari tindakan anarkisme yang berpotensi menimbulkan konflik yang berkepanjangan.
"Lampung ini memiliki adat istiadat yang kuat, yaitu Pi'il Pesenggiri, dan tidak boleh ada upaya untuk menjajah atau mengganggu keutuhan masyarakat Lampung," terangnya.
Oleh karena itu, Dia membeberkan bahwa, semua ormas, tokoh pemuda, dan tokoh adat mengecam tindakan mereka dan meminta kepada pengelola Malahayati agar peristiwa serupa jangan sampai terjadi lagi di tanah sai bumi ruwa jurai ini.
"Kami meminta pengelola Malahayati baik ketua yayasan Maupun rektor.. Meminta maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat lampung atas kejadian tersebut," tegas Nero.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di lokasi, rombongan antek-antek dari kedua pihak tersebut telah pergi meninggalkan Universitas. Namun demikian, kekhawatiran masyarakat akan konflik tersebut masih terus dirasakan. Warga pun mengharapkan agar fenomena serupa tidak pernah terjadi kembali. (Tin)
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 644
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 300
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 241
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 199
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 188
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 68
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 53
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 48
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 48
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 45
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 43
BERLANGGANAN BERITA