Logo Saibumi

Ketika Pembangunan Infrastruktur Salah Kaprah: Drainase Tertutup Bikin Banjir Meluap
Tajuk Perspektif - Opini // oleh; Muhammad Hakiem Sedo Putra, S.T M.T

Ketika Pembangunan Infrastruktur Salah Kaprah: Drainase Tertutup Bikin Banjir Meluap

Ilustrasi penampakan kejadian banjir di wilayah Lampung yang disebabkan oleh meluapnya aliran air dari penyumbatan dranase di sekitar jalan tersebut Foto : Ist

Saibumi.com (SMSI), Tajuk Perspektif Opini -

Oleh: Muhammad Hakiem SP, Akademisi Fakultas Tekhnologi, Infrastruktur dan Kewilayahan. Institut Teknologi Sumatera (Itera).

Lampung - Persoalan Banjir masih menjadi momok besar masyarakat di perkotaan. Masalah ini tiap tahun terus-terusan kembali mengenangi di wilayah Ibu Kota Provinsi Lampung.

BACA JUGA: Saatnya Berani ke Luar dan Meninggalkan Kegelapan yang Kita Ciptakan Sendiri , Pesan RD Bambang Condro

Seperti halnya belakangan mulai terjadi mengancam masyarakat di beberapa wilayah Bandar Lampung ketika memasuki musim hujan di akhir tahun 2024. Kota tapis berseri kembali dihantui bencana Banjir lagi saat ini. 

 

Dosen Prodi Rekayasa Tata Kelola Air Terpadu, FTIK Institut Teknologi Sumatera (Itera), Muhammad Hakiem SP. Foto Dok: Pribadi

Sebetulnya, banjir bukanlah hal baru melainkan persoalan lingkungan di kota-kota besar dan tidak sedikit juga kelompok atau golongan masyarakat urban (civil society) telah berjuang mengkampanyekan aksi kepedulian serta lainnya demi mengatasi perihal sengkarut permaslahatan demikian.

Salah satu aksi nyata yang banyak dilakukan masyarakat adalah dengan menutup saluran drainase dengan beton atau biasa dikatan decking beton, plat decker, ataupun lainnya. Sesungguhnya, maksud dan tujuan memakai kontur beton tertutup ini agar efektif dan efesien.

Beberapa contoh kelebihan pengunaannya antara lain; sebagai pelindung drainase dari masuknya sampah, material, supaya tidak menyumbat aliran air di bawahnya. Selain itu dimaksudkan juga untuk pemanfaatan ruang agar bisa digunakan sebagi lahan parkir, trotoar, alun-alun, tempat duduk, dan sebagainya.

Lebih dari itu, mungkin juga kebanyakan orang lupa mengenai fungsi utama adanya 'Drainase' juga dampak negatif kedepannya atas penggunaan beton decking (tertutup) pada siringan jalan bila tidak memperhatikan prinsip drainase berkelanjutan (Ecodrain).

Saat ini pun di sekitaran kota tapis berseri inj masih sangat sering kita jumpai beton penutup tanpa lubang jalan masuk air (inlet) yang letaknya berada di sisi jalan. Foto drainase trttp

Hal ini justru malah menyebabkan aliran buangan hujan tidak mengalir ke saluran drainase semestinya. Yang membuat luapan air tersebut menyeruak ke sisi jalan dan menjadi limpasan bebas yang cukup besar. ; foto aliran ujan deras

Permasalah yang kedua, yaitu tidak adanya bak kontrol (manhole inspection), minimal plat beton yang bisa dibuka tutup. Fungsi bak control sendiri untuk memastikan bahwa saluran drainase tersebut berjalan lancar sesuai fungsinya, dan dapat dilakukan perawatan atau pembersihan rutin pada saluran drainase.

Tidak difungsikannya bak kontrol membuat pengendalian aliran saat meluap sulit dilakukan, karena beton penutup itu membuat akses kontor bagi orang sekitar untuk tau kondisi aliran air di dalam saluran drainase tersebut.

Kemudian apabila tersumbat otomatis air bakal naik lalu meluap mengakat material penyubat dan membawanya meleber ke badan-badan jalan. Nah, luapan inilah yang jika terus-terusan akan kembali menyebabkan limpasan bebas yang cukup besar sampai meningkatkan resiko bencana banjir di perkotaan,`

Permasalah ketiga, kali ini masalahnya sangat umum terjadi di semua tempat, yaitu rusaknya struktur plat beton penutup akibat kualitas beton buruk atau bisa juga karena terlalu besarnya beban diatas.

Ketika material beton itu terkisis, jebol, dan runtuh justru hal ini membuat saluran di bawah tersumbat dan airnya meluap lalu seketika itu merubah fungsi drainase yang mulanya sebagai jalur pengalir air menjadi penyebab terjadinya banjir.

Lantas, apa yang mesti dilakukan setelah menganalisa implikasi kebijakan pembangunan infrastruktur salah kaprah agar dapat memberi gambaran mengenai evaluasi perbaikan tata kelola pengendalian infrastruktur drainase lebih optimal, terarah, sesuai dengan maksud dan tujuan pembuatannya??

Strukturisasi Material Bangunan Drainase

Untuk memastikan plat beton penutup drainase tidak menghalangi aliran air dan menyebabkan banjir, desain penutup harus dilengkapi dengan lubang atau celah yang cukup besar untuk memungkinkan air hujan masuk ke saluran drainase.

Seperti desain struktur penutup berbentuk kisi-kisi atau jeruji yang digunakan untuk menutupi saluran drainase atau lubang inspeksi (desain grating) dengan ukuran proporsional.

Plat beton penutup juga harus dipasang dengan kemiringan yang tepat agar air dapat mengalir dengan lancar, serta menggunakan material yang memiliki tekstur anti-selip untuk mencegah genangan air di permukaan.

Sementara, untuk ukuran dan kekuatan plat juga harus disesuaikan agar tidak mudah rusak atau tersumbat oleh sedimen dan sampah. Kemudian pemasangannya pun harus kokoh dan tepat untuk menghindari pergeseran yang dapat menghalangi aliran air.

Selain itu, pemeliharaan rutin juga diperlukan untuk memastikan plat tetap bersih terjaga dan berfungsi baik, sekaligus mencegah terjadinya penyumbatan yang bisa menyebabkan banjir.

Fitur Bak Kontrol Saluran Sistem Drainase

Selanjutnya Bak kontrol pada beton penutup drainase (manhole inspection), memiliki peran yang sangat penting dalam sistem drainase untuk memastikan kelancaran aliran air dan mencegah terjadinya penyumbatan, sehingga Bak kontrol ini perlu dibuat sebagai kesatuan struktur saat membuat plat beton penutup saluran.

Dengan adanya bak kontrol, masyarakat dapat dengan mudah mengidentifikasi dan mengatasi masalah seperti penumpukan sampah, sedimentasi, atau kerusakan pada saluran drainase yang bisa menyebabkan aliran air terhambat dan berujung pada banjir.

Bak kontrol juga berperan memantau kondisi sistem drainase secara berkala, sehingga pencegahan terhadap kerusakan lebih dini dapat dilakukan. Dalam desain beton penutup drainase, keberadaan bak kontrol yang mudah dijangkau sangat vital untuk mendukung sistem drainase yang efisien dan berkelanjutan.

Dengan lebih memperhatikan fungsi dalam pembuatan infrastruktur drainase seperti plat penutup drainase ini (decking beton), diharapkan saluran drainase dapat berjalan sesuai fungsinya dan meminimalisir terjadinya banjir maupun kerusakan lingkungan lainnya, sehingga mencipakan lingkungan yang bersih sehat dan Sejahtera.

Atas hal tersebut, seyogyanya pemangku kebijakan perlu mengevaluasi kembali perihal pengelolaan program pembangunan tata kelola infrastruktur lingkungan terutama pembuatan drainase dan pengendalian saluran air di wilayah kota tapis berseri, tak terkecuali terhadap drainase di wilayah permukiman, maupun di bahu-bahu jalan perkotaan.

Dengan begini, seharusnya Pemerintah Daerah Provinsi maupun Kabupaten/Kota dapat lebih objektif mensinkronisasikan implementasi program pembangunan di wilayahnya, terutama di sektor infrastruktur yang menyangkut lingkungan dan masyarakat.

Untuk itu, diharapkan juga kepada semua pemangku kepentingan di daerah Provinsi Lampung agar memberi peran kontribusi aktif membangun gagasan inovatif demi mewujudkan pengembangan kemajuan di tanah sai bumi ruwa jurai.

Sehingga, program pembangunan nantinya dapat dilakukan dengan lebih inovatif dan maju serta memerhatikan nilai konjungsivitas pada rumusan kebijakan dan pengelolaan wilayah perkotaan agar sesuai koridor hukum dan juga menjaga nilai environmental ethics demi mencapai civil society yang berkualitas.

BACA JUGA: Saatnya Berani ke Luar dan Meninggalkan Kegelapan yang Kita Ciptakan Sendiri , Pesan RD Bambang Condro

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA