Saibumi.com, Bandar Lampung -Penting untuk dicatat bahwa, motor matic dengan sistem karburator atau injeksi bahan bakar memerlukan perawatan yang lebih teliti.
1. Memanaskan Mesin dengan Baik
Salah satu langkah awal yang paling penting dalam merawat motor matic Anda adalah memastikan mesin cukup panas. Ini memungkinkan oli mesin beredar dengan efektif, meningkatkan kinerja mesin secara keseluruhan. Cara memanaskan mesin secara optimal, nyalakan motor matic Anda selama sekitar 5 hingga 10 menit, lebih baik lagi menggunakan kick starter.
BACA JUGA: Seberapa Pentingkah Gantungan Kunci Motor
2. Mengganti Oli Secara Berkala
Pentingnya mengganti oli secara berkala untuk mempertahankan umur panjang motor matic Anda. Ikuti interval penggantian oli yang direkomendasikan oleh pabrikan, biasanya diatur setiap 1000 kilometer. Jika Anda lupa mengikuti interval penggantian oli yang direkomendasikan, sebaiknya ganti oli setiap 2 hingga 3 bulan.
3. Hindari Kehabisan Bensin
Salah satu kesalahan umum dalam merawat motor matic adalah membiarkan tangki bahan bakar habis. Hindari hal ini dengan segala cara, sebab ini bisa menyebabkan kerusakan pada mesin, terutama pada motor matic dengan injeksi bahan bakar.
4. Periksa Kondisi Vanbelt dan Roler
Vanbelt, yang terbuat dari karet, mungkin aus dan putus saat di jalan, menyebabkan motor mati. Dalam hal tersebut, sangat penting untuk menggantinya dengan suku cadang asli untuk memastikan umur panjang motor matic Anda.
5. Rawat Aki
Ketika aki gagal, motor Anda akan kehilangan daya, cahaya lampu dapat memudar, dan yang paling merepotkan adalah pemulihan motor yang memerlukan penggunaan starter kick. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mengganti aki dalam waktu 7 hingga 8 bulan setelah penggantian terakhir.
6. Jaga Kendali Gas yang Stabil & Ganti Oli Shock Absorber
Kebiasaan umum di antara pengguna motor matic adalah mengubah posisi throttle secara mendadak saat berkendara. Oli shock absorber tidak hanya terdapat dalam komponen mesin, tetapi juga ditemukan dalam shock absorber motor matic. Oleh karena itu, secara berkala mengganti oli shock absorber setiap 10.000 kilometer sangat penting untuk menjaga kinerja suspensi motor Anda.
7. Melakukan Servis Berkala
Melakukan servis berkala di bengkel terpercaya sangat disarankan. Layanan semacam ini biasanya mencakup penggantian oli, pembersihan karburator, dan penyetelan motor. Jika Anda tidak memiliki cukup waktu untuk datang ke Bengkel, Anda dapat menggunakan layanan home service yang tersedia di aplikasi motoran. Tinggal duduk manis dan pesan, tim home service astraotoshop langsung dapat mengunjungi Anda di waktu dan tempat yang Anda tentukan.
8. Gunakan Bensin Berkualitas
Sangat penting untuk memilih stasiun bensin yang terpercaya dan menggunakan bensin yang sesuai dengan spesifikasi motor matic Anda. Kualitas bensin secara signifikan memengaruhi mesin motor Anda, jadi pilih dengan bijak.
[3/12 14.09] +62 821-8074-0534: Jangan Kebiasaan Geber Gas Sebelum Matikan Mesin Motor, Ini Efek Fatalnya
Saibumi.com-BandarLampung-Kebiasaan menggeber gas ketika ingin mematikan motor atau mobil masih banyak dilakukannya pemiliknya. Kebiasaan ini bisanya mengikuti ritual orang tua tempo dulu, mereka beranggapan menggeber gas saat ingin mematikan mesin bisa menjaga kualitas kelistrikan kendaraan.
Padahal menggeber gas ketika ingin mematikan mesin tak memiliki efek positif pada kendaraan, justru sebaliknya.
Itu mitos, apalagi ketika motor sudah jauh dan dipakai durasi lama. Ketika dipakai sebenarnya ada sistem pengisian otomatis, baterai jadi terisi. Fungsi baterai (aki) kan untuk menyimpan listrik untuk apa digeber dan beranggapan untuk mengisi listrik
Voltase paling minimal untuk menggerakkan kruk as dan dinamo starter adalah 10,8 volt. Nah, selagi kualitas aki masih bagus, saran dia tinggalkan kebiasaan geber gas sebelum mematikan mesin motor.
Faktanya geber gas ketika ingin mematikan mesin bisa berakibat fatal pada jeroan atau komponen dalam mesin. Musababnya, ritual ini dilakukan dengan salah, ketika digeber hingga rpm tinggi kunci kontak langsung diputar ke posisi off.
Dalam kondisi itu mesin sedang bekerja tinggi dan butuh suplai oli. Nah, ketika dimatikan secara mendadak otomatis komponen dalam mesin belum terlumasi dengan baik, sehingga bisa berpotensi menyebabkan kerusakan bahkan paling parah valve jump atau bahasa umumnya mesin jebol.
Bicara teknis lagi, ketika mesin hidup ada komponen mesin yang berputar (momen radial) dan bertabrakan (momen axial). Dan ketika motor hidup lalu digas secara mendadak 2 momen itu muncul, nah saat dimatikan secara tiba-tiba komponen tak mendapatkan oli tapi masih dalam kinerja tinggi.
Biasanya bagian klep akan membentur ke piston dan bisa pecah karena tidak ada beban sama sekali di situ. Selain itu efeknya ketika terjadi momen puntir tiba-tiba keausan komponen makin cepat.(SB05)
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 644
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 300
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 241
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 199
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 188
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 70
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 53
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 53
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 48
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 45
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 43
BERLANGGANAN BERITA