Logo Saibumi

Batas Maksimal Kebisingan Knalpot Motor

Batas Maksimal Kebisingan Knalpot Motor

Saibumi.com, Bandar Lampung -  Belakangan ini pihak kepolisian gencar melakukan penilangan pada pemotor yang memakai knalpot racing.Sebenarnya sudah ada aturan mengenai batas maksimal kebisingan knalpot motor, jadi wajar saja kalau melebihi batas tersebut kamu ditilang.

 

1. Tujuan pakai knalpot racing di motor

BACA JUGA: Cek Huruf di Helm Yang Bikin Lolos Razia Operasi Zebra 2024

Biasanya pengendara motor mengganti knalpot standar dengan racing punya berbagai tujuan. Saat ini, kalau dilihat banyak banget pengendara motor yang masih menggunakan knalpot racing, mulai dari pengguna motor bebek, matic, sampai sport. Alasannya, untuk mendongkrak tenaga, bikin tampilan motor lebih sporty, sampai yang mau suara motornya terdengar lebih sangar alias gahar.

 

2. Batas maksimal suara kebisingan knalpot motor

Aturan mengenai kebisingan tertulis dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 56 Tahun 2019 tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru. Disebutkan untuk motor berkapasitas 80-175 cc tingkat maksimal kebisingannya 80 dB, sementara untuk motor di atas 175 cc batas maksimalnya 83 dB.

 

3. Aturan mengenai penggunaan knalpot racing

Sementara itu, menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) Pasal 285 Ayat 1, knalpot harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Dengan bunyi Pasal 285 Ayat 1, "Setiap pengendara sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.".(SB05)

BACA JUGA: Cek Huruf di Helm Yang Bikin Lolos Razia Operasi Zebra 2024

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA