Logo Saibumi

KAI Divre IV Tanjungkarang Pinta Warga Tak Sembarangan Bakar dan Buang Sampah di Dekat Rel

KAI Divre IV Tanjungkarang Pinta Warga Tak Sembarangan Bakar dan Buang Sampah di Dekat Rel

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang menyesalkan kebiasaan warga membakar sampah dekat jalur rel KA, Sabtu (29/6/2024).

Manager Humas KAI Divre IV Tanjungkarang Azhar Zaki Assjari mengatakan kebiasaan warga membakar sampah berbanding lurus dengan kebiasaan mereka membuang sampah di sepanjang rel KA.

"Daerah sekitar perlintasan kereta api seyogianya steril dari hal-hal yang dapat membahayakan perjalanan kereta dan warga sekitar. Pembakaran sampah dapat mengganggu dan membahayakan kereta ketika melintas," ungkap Zaki.

BACA JUGA: Walikota Bandarlampung Bunda Eva Dianugerahi Kartini Award 2024

Ia juga mengatakan, kereta api memiliki prioritas didahulukan dan dijaga berdasarkan undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Perkeretaapian.

Lebih jauh, Zaki memaparkan, salah satunya terdapat pada pasal 192 yang menjelaskan bahwa setiap orang yang mengganggu pandangan bebas dan membahayakan keselamatan perjalanan kereta api akan dipidana dengan penjara paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp100 Juta.

"Perilaku warga membakar sampah sangat membahayakan karena asapnya mengganggu jarak pandang dari masinis. Selain itu, apabila ada warga yang menyebrang sembarangan juga akan tertutup pandangannya. Api yang menyala juga berpotensi menimbulkan kebakaran kereta api karena pada lokomotif di dalamnya terdapat bahan bakar minyak yang mudah terbakar," jelas Zaki.

Zaki menambahkan tumpukan sampah dekat rel di Kota Bandar Lampung tersebar di 24 titik di sembilan kecamatan yaitu Kedaton, Way Halim, Enggal, Kedamaian, Tanjungkarang Timur, Teluk Betung Selatan, Bumi Waras, Sukabumi dan Panjang.

Ia mengimbau perlu adanya kepedulian dan kesadaran terutama dari warga yang tinggal di sekitar perlintasan kereta api agar tidak membuang sampah sembarangan.

"Membuang sampah sembarangan selain dapat mengganggu jarak pandang juga bisa menghambat air pada drainase di sepanjang jalur KA yang bisa mengakibatkan banjir dan menggenangi jalur KA," tuturnya.

Zaki menjelasakan bahwa pihaknya, telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung untuk mengajak warga untuk membuang sampah pada tempatnya yang telah disediakan Pemerintah atau aparat Desa/Kelurahan terkait.

"Kami mengimbau agar warga sekitar tidak membuang sampah ke jalur rel serta membakarnya di sekitar area jalur kereta api hanya karena dianggap jauh lebih dekat dan lebih mudah. Beragam upaya juga akan terus kami lakukan karena kebiasaan mereka membuang dan membakar sampah di sepanjang rel jelas melanggar aturan," tutup Zaki.

BACA JUGA: Walikota Bandarlampung Bunda Eva Dianugerahi Kartini Award 2024

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA