Logo Saibumi

Aksi Geng Motor di Bandar Lampung Meresahkan, Kapolresta: Mei-Juni 2023 Kami Amankan 83 Orang

Aksi Geng Motor di Bandar Lampung Meresahkan, Kapolresta: Mei-Juni 2023 Kami Amankan 83 Orang

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandar Lampung mencatat sebanyak 83 orang telah diamankan terkait Geng Motor di Kota Tapis Berseri mulai dari Mei hingga Juni 2023. 

 

"Periode bulan mei sampai dengan Juni, kami sudah melakukan pengungkapan, mengamankan, sebanyak 83 orang anak-anak yang tergabung dalam kelompok-kelompok geng motor ini," ungkap Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Ino Harianto, Rabu (21/6/2023). 

BACA JUGA: Skandal Pungli di Rutan KPK, Terungkap Kronologi dan Modus dengan Kerugian Rp4 Miliar

 

Lebih lanjut ia menuturkan, kelompok-kelompok geng motor yang sering melakukan aksinya di Kota Bandar Lampung tidak semua berasal dari Kota Bandar Lampung. 

 

"Jadi perlu diketahui kelompok-kelompok geng motor ini, ini bukan kelompok-kelompok yang berasal dari kota bandar Lampung saja. Tetapi ada yang dari kabupaten-kabupaten lainnya seperti lampung selatan, Pringsewu, pesawaran, bahkan ada yang dari Lampung Timur," jelasnya. 

 

Kemudian, dari pemeriksaan yang sudah dilakukan, 13 orang ditetapkan sebagai tersangka, penetapan tersangka tersebut terkait kasus pengeroyokan secara bersama-sama 8 orang, kepemilikan senjata tajam 5 orang. 

 

Dan saat ini sedang dalam proses penyidikan yang dilakukan satreskrim Polresta Bandar Lampung. Dari 13 orang 5 orang masih berstatus pelajar, dan sudah dilimpahkan ke kejaksaan negeri bandar Lampung.

 

"Yang masih dibawah umur 2 orang, saat ini masih berada di rutan Polresta Bandar Lampung, dari 13 tersangka yang sudah dilakukan penyidikan sebanyak 6 orang, 4 orang berasal dari Lampung Selatan dan 2 orang dari Pringsewu yang saat ini masih dilakukan penyidikan," ujarnya. 

 

Kemudian, Kombes Pol Ino juga menyampaikan, sedangkan dari tahun 2022 sampai 2023 pihaknya sudah berhasil mengamankan 585 orang pelaku kelompok-kelompok geng motor. Dengan proses penyidikan yang telah dilakukan sebanyak 60 orang, sisanya 480 ini dilakukan pembinaan. 

 

"Tentunya pembinaan yang dilakukan, kami melihat melakukan proses penyidikan secara mendalam keterlibatan dari mereka ini. Tentunya yang telah dilakukan penyidikan dan kami lakukan penahanan, ini yang betul-betul terlibat dan dapat kami buktikan seperti mereka melakukan penganiayaan secara bersama-sama, kepemilikan sajam," paparnya. 

 

Selanjutnya, dari semua ini yang dipulangkan tentunya diberikan arahan-arahan terlebih dahulu, seperti pemanggilan orang tua, pihak sekolah, RT, RW, Lurah. 

 

Hal itu dilakukan agar ada tanggung jawab moral terhadap anak-anak nya, terhadap warganya, dan mengetahui bahwasanya anak-anaknya ini terlibat dalam kelompok-kelompok geng motor sehingga ada tanggung jawab orang tua. 

 

"Setidaknya ini ada tanggung jawab moral dan ada efek jera dan edukasi yang kami berikan kepada anak-anak maupun orang tuanya," Kapolres melanjutkan. 

 

"Karena yang mempengaruhi adanya geng motor ini yang pertama media sosial, kemudian orang tua bagaimana pengawasan orang tua kepada anaknya, kemudian lingkungan sekolah oleh guru-gurunya," sambungnya. 

 

Sementara itu, barang bukti yang didapatkan pada saat melakukan penangkapan dan pengamanan seperti samurai, celurit yang panjangnya hampir 1,5 Meter, kemudian gear motor yang telah dimodifikasi menjadi sabuk, dan hampir rata-rata celurit semuanya. 

 

"Inilah senjata-senjata tajam yang dibawa kelompok-kelompok geng motor yang tentunya memberikan rasa takut kepada masyarakat yang ada di kota Bandar Lampung ini," tandasnya. (*)

BACA JUGA: Skandal Pungli di Rutan KPK, Terungkap Kronologi dan Modus dengan Kerugian Rp4 Miliar

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA