Saibumi.com (SMSI), Pembangunan Ruang Gedung Administrasi, Lapak Singkong yang di ketahui dibawah naungan Dinas Ketahanan Pangan, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), yang terletak di Dusun I Widoro Kandang, Desa Sawojajar, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten setempat, menuai protes dari warga dan tokoh masyarakat.
Khawatirnya, dengan adanya keberadaan Lapak Singkong tersebut, dapat berdampak negatif terhadap kondisi lingkungan Desa setempat. Mengingat, lokasi Lapak Singkong tersebut melintasi jalan Kabupaten, yang dipastikan dapat menimbulkan kerusakan yang lebih parah kedepannya.
Menurut NG (Warga setempat,red) saat di temui sejumlah awak media di kediamannya, mengatakan bahwa, sejak awal pembangunan Lapak Singkong tersebut, para warga dan sesepuh Desa setempat, samasekali tidak pernah dilibatkan dalam musyawarah, terlebih lagi melibatkan masyarakat dalam pembangunan Lapak Singkong tersebut.
"Kalau lokasi itu digunakan untuk kegiatan jual beli singkong. Sudah pasti, jalan di Desa kami ini rusak. Tanpa adanya lapak itu, jalan di Desa kami ini rusak, apalagi kalau sudah ada lapak. Apa enggak tambah babak belur jalannya!. Kalau sudah rusak, apakah Kepala Desa sanggup untuk memperbaikinya?. Karena mengingat, jalan ini merupakan jalan Kabupaten, bukan jalan milik Desa" ujar NG, dengan nada yang cukup tinggi, Senin (22/5) sekitar pukul 14.50 WIB.
Masih kata NG, menurut sepengetahuannya, sejak awal pembangunan, baik dirinya, masyarakat, maupun para sesepuh kampung, sama sekali tidak pernah dilibatkan oleh Kepala Desa dalam musyawarah untuk menentukan dimana lokasi Lapak tersebut akan di dirikan, apa jenis pekerjaannya, dari mana anggarannya berasal, dan siapakah pekerjaannya. Itu sama sekali tidak pernah di laksanakan.
Sementara itu, dirinya menduga pembangunan Lapak Singkong tersebut merupakan bagian dari program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Selain itu juga, dengan adanya Lapak Singkong milik Desa itu, secara otomatis dapat mematikan usaha warga setempat, yang juga lebih dulu mendirikan lapak singkong dengan kapasitas yang lebih kecil dibandingkan dengan kapasitas Lapak Singkong milik Desa.
“Yang pastinya, para warga yang berada di Dusun 1,2,3 Desa Sawojajar tidak pernah dilibatkan soal pembangunan lapak singkong itu. Berdasarkan sepengetahuan saya, baru-baru ini tembok Lapak Singkong itu pernah roboh. Saya tidak tahu pasti, apa penyebabnya tembok Lapak itu roboh. Mungkin saja disebabkan pekerjaan yang asal jadi, ataukah material yang di gunakan tidak memenuhi standard." Ketusnya.
Tidak hanya itu, NG juga menambahkan, jika tidak ada kejelasan dalam rembuk warga yang akan di laksanakan sore nanti (kemarin, sekitar pukul 15.30 WIB,red) warga sepakat akan melaporkan permasalahan tersebut kepada pihak Pemukiman Angkatan Laut (Kimal). Karena warga tahu, tanah tempat berdirinya Lapak Singkong tersebut merupakan hibah untuk Gedung Desa, bukannya untuk Lapak Singkong.
"Ia, kalau tidak ada titik temu dalam musyawarah sore nanti, maka warga setempat sepakat akan melaporkan permasalahan ini ke Kimal. Karena pada pelaksanaannya, lokasi itu justru digunakan untuk Lapak Singkong. Ini yang akan kami bahas dengan Kimal nantinya. Karena peruntukannya tidak sesuai hibah." kata NG yang diamini oleh warga lainnya.
Sementara itu AR warga lainnya, menegaskan bahwa, lahan pembangunan Lapak Singkong yang bersumber dari BUMDes Sawojajar tersebut, sejauh ini belum jelas atas hak kepemilikannya.
"Bila tidak ada tindaklanjut atas kepemilikan tanah itu, dikhawatirkan kedepannya dapat dijadikan aset milik pribadi." Imbuhnya.
Sementara itu Kades Sawojajar Mulyanto, saat dikonfirmasi melalui saluran telepon, meminta agar pihak media dapat hadir ke kantor desa untuk medapatkan informasi lebih rinci.
"Kalau lewat telepon kurang jelas. Datang saja ke kantor, kita ngobrol-ngobrol, biar lebih jelas jalan ceritanya," kilahnya. (Ferdani)
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 644
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 300
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 241
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 199
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 188
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 68
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 53
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 48
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 48
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 45
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 43
BERLANGGANAN BERITA