Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Puluhan member arisan menurun 2017 resmi melaporkan sang owner Elisna Nurprida atau biasa dipanggil Elis Prida ke Polresta Bandar Lampung pada Kamis, 3 November 2022.
BACA JUGA: Jumat Berbagi Sama Penggali kubur di TPU Kupang Kota Telukbetung Utara
Muhammad Iqbal selaku Kuasa Hukum para korban menjelaskan, bahwa total korban yang diwakilinya ini sebanyak 63 orang, dan itu baru yang tercatat, masih ada yang lainnya.
"Hari ini kita mewakilkan 63 korban, arisan menurun 2017 yang seperti sudah diketahui viral di media sosial yaitu terlapornya atas nama Elis Nurprida," ungkapnya saat diwawancarai, Kamis (3/11/2022).
Lebih lanjut, ia menuturkan dari 63 korban ini, mereka mengalami kerugian hingga Rp8,8 Miliar.
"Jadi arisan ini mandek, dan sang pemilik (Elis) ini belum diketahui keberadaannya. Total kerugian dari 63 korban sebanyak Rp8,8 miliar," jelasnya.
Kemudian Iqbal menyebutkan, adapun Iming-iming yang ditawarkan pelaku ialah keuntungan yang melimpah.
"Iming-iming pelaku ini adalah profit yang diberikan melimpah," tuturnya.
Sementara itu, Muhammad Rendy masih dari Kuasa Hukum para korban menambahkan, arisan menurun yang dimiliki oleh pelaku ini telah berlangsung sejak tahun 2017 dan di tahun 2022 inilah bermasalah.
"Diduga pelaku ini sudah tidak mampu lagi untuk melakukan perputaran uang, sehingga munculah masalah ini," bebernya.
Selanjutnya, dari 63 orang, mereka mengalami kerugian yang berbeda-beda. Pihaknya, mewakili paguyuban yang cukup besar daripada para korban.
"Dan ditaksir member yang tergabung ada 300 lebih orang yang tergabung dalam paguyuban yang dia wakili. Akan tetapi yang melakukan laporan baru 63 orang dan ini masih terus berjalan," urainya.
Disinggung, terkait bagaimana cara pelaku menarik para member, Rendy menambahkan, pelaku mengajak via media sosial.
"Arisan ini secara online, dan dipasarkan via online juga mulai dari Instagram, Line, WhatsApp Grup, Telegram, dan lainnya," sebutnya.
Lalu, barang bukti apa saja yang diserahkan pihaknya kepada kepolisian.
"Bukti chat, ada bukti transfer, lalu resume. Pelaku terakhir masih bisa dihubungi pada pertengahan September 2022, dan sempat juga didatangi para korban di rumahnya. Namun, pelaku tidak ada. Jadi benar pelaku ini warga Bandar Lampung," pungkasnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Dennis Arya Putra menyatakan pihaknya telah menerima laporan terkait arisan menurun 2017, dan sebelumnya juga sudah ada laporan yang masuk terkait arisan tersebut.
"Iya ini jadi ada laporan kembali, kenapa saya bilang laporan kembali, karena sebelumnya ada seseorang berinisial L yang sudah melaporkan peristiwa ini. Sehingga tadi ada beberapa yang menguasakan sebanyak 63 orang melaporkan peristiwa yang sama," ujarnya.
Kompol Dennis menambahkan, oleh sebab itu pihaknya akan melanjutkan kasus ini.
"Untuk itu kita tinggal melanjutkan lagi penyelidikan nya terkait motif, lalu modusnya, bagaimana cara kerjanya, sehingga kita bisa pastikan unsur-unsur pidana dari laporan tersebut," tandasnya. (Riduan)
BACA JUGA: Jumat Berbagi Sama Penggali kubur di TPU Kupang Kota Telukbetung Utara
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 653
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 305
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 267
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 242
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 203
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 191
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 97
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 62
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 58
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 58
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 55
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 53
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 49
BERLANGGANAN BERITA