Logo Saibumi

Pungli BLT-BBM, Oknum Kades dan Sekdes Desa Karang Agung, Dicokok Polisi

Pungli BLT-BBM, Oknum Kades dan Sekdes Desa Karang Agung, Dicokok Polisi

Saibumi.com (SMSI), Kotabumi - Oknum Kepala Desa dan Sekretaris Desa, beserta 5 (Lima) aparatur Desa Karang Agung, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), terpaksa harus berurusan dengan Aparat Penegak Hukum (APH), Kepolisian Polres Lampung Utara (Lampura).

 

BACA JUGA: Saibumi.com Buka Layanan Pengaduan dari Masyarakat

Diduga ke 7 pelaku tersebut melakukan tindak pidana Pemungutan Liar (Pungli), terhadap warga yang mendapatkan Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM) dan Sembako beberapa waktu lalu.

 

Diketahui, oknum Kades Karang Agung berinisial EJ (67) dan Sekdes berinisal RMD (30) beserta 5 Aparatur Desa lainnya, masing-masing berinisial JA (32), SS (43), SYT (44), WP (33) dan RSN (50), kini telah diamankan Polisi ke Kapolres Lampura, pada Kamis malam (14/9).

 

Kapolres Lampura AKBP Kurniawan Ismail, diwakili Kasat Reskrim AKP Eko Rendi Oktama, mengatakan bahwa, pihaknya mengamankan 7 orang pelaku Pungli. Diantaranya, oknum Kades dan Sekdes serta 5 Aparatur Desanya. Ke 7 pelaku tersebut, diduga melakukan tindak pidana pungli terhadap warga yang menerima BLT BBM dan Sembako sebesar Rp.500 ribu.

 

Menurut Eko, peristiwa tersebut bermula pada Minggu (11/9) sekitar pukul 13.00 WIB, bertempat di balai Desa Karang Agung. Di lokasi tersebut, diadakan rapat yang dihadiri Kades, sekdes serta seluruh Kadus dengan mengundang warga penerima dana BLT.

 

Disana, mereka membahas perihal perbaikan lapangan serbaguna di Desa Karang Agung dan meminta kepada warga penerima BLT untuk melakukan sumbangan secara sukarela, sebesar Rp.50 ribu. 

 

"Bagi yang bersedia mereka menandatangani nota kesepakatan, dan ada juga warga yang tidak bersedia. Namun demikian, pihaknya masih tetap mendalami pemeriksaan terhadap ke tujuh orang aparatur desa tersebut" jelas Eko.

 

Masih kata Eko, untuk Barang bukti, yang berhasil disita berupa, empat lembar kertas berita acara dan penanda tanganan penerima BLT, empat lembar kertas catatan jumlah uang yang diterima, uang tunai sejumlah Rp. 550 ribu, yang disita dari R dan uang tunai Rp. 290 ribu disita dari EP.

 

"Soal perkara ini, tetap masih kita dalami terlebih dahulu" ujar Eko.

 

Dijelaskannya, pungutan yang dilakukan oleh oknum-oknum itu, terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yang menerima bantuan BLT BBM dan Sembako tersebut, nominalnya bervariasi, mulai dari Rp. 20 ribu hingga Rp.50ribu/KPM.

"Iya, bilangan nominalnya bervariasi, berkisar antara Rp. 20-50 ribu/KPM" kata Eko.

 

Sementara itu, Camat Kotabumi Selatan, Dedi Nurman membenarkan bahwa oknum Kades dan Sekdes serta Aparatur Desa Karang Agung yang diamankan Polres Lampura masuk wilayah Kecamatan Kotabumi Selatan.

 

Selaku Camat Kotabumi Selatan, yang baru beberapa hari menjabat, merasa kecewa dan perihatin dengan Kades Karang Agung dan Sekdes berserta Apatur Desanya. Seharusnya hal itu tidak dilakukan karena bantuan BLT-BBM dan Sembako yang diberikan pemerintah pusat untuk meringankan beban masyarakat.

 

Dedi menghimbau kepada seluruh Kepala Desa/Lurah yang ada di Kecamatan Kotabumi Selatan jangan sekali-kali melakukan pungli terhadap warga yang mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat.

"Apabila masih ada yang melakukan pungli maka akan berurusan dengan aparat penegak hukum," imbaunya. (Ferdani)

BACA JUGA: Jumat Berbagi, Polsek Telukbetung Utara Bagikan Sembako Kepada Masyarakat

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA