Saibumi.com, Jakarta - Sepanjang paruh pertama 2022, harga batu bara melanjutkan tren penguatan sebagai imbas konflik geopolitik global. Pada periode tersebut, PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (IDX: ITMG) memanfaatkan momentum kenaikan harga batu bara dengan terus menerapkan strategi manajemen biaya yang efisien dan berhati-hati untuk memperkuat kinerja keuangan.
Di samping itu, ITM juga terus melanjutkan upayanya dalam menerapkan praktik-praktik penambangan yang baik dan bertanggung jawab sambil melanjutkan transformasi menjadi lebih hijau dan lebih cerdas.
BACA JUGA: Sempat Ditemui Ketua DPRD dan Wagub Lampung Massa Aksi Tolak BBM Naik Mengaku Kecewa
Direktur Utama PT Indo Tambangraya Megah Tbk memaparkan, harga batu bara global yang terus menguat tajam pada paruh pertama tahun ini menyebabkan rata-rata harga jual batu bara yang diperoleh ITM naik 134% menjadi USD 175 per ton dari USD 75 per ton pada kurun waktu yang sama tahun lalu.
"Kenaikan yang signifikan ini memungkinkan Perusahaan membukukan penjualan bersih sebesar USD 1,42 miliar, atau 110% lebih tinggi daripada periode yang sama tahun lalu," paparnya dalam keterangan resmi Public Expose 2022 pada Kamis, 15 Agustus 2022.
Marjin laba kotor naik 19% dari paruh pertama tahun lalu menjadi 53% pada paruh pertama tahun ini di tengah kenaikan harga bahan bakar global.
Perseroan melanjutkan strategi manajemen biaya yang efisien dan berhati-hati guna memaksimalkan
profitabilitas dari momentum kenaikan harga batu bara
sehingga menghasilkan arus kas dan posisi kas dan setara
kas yang kuat.
EBITDA mencapai USD 712 juta pada paruh pertama tahun ini, naik 218% dari periode yang sama tahun sebelumnya sedangkan Laba bersih naik dari USD
118 juta menjadi USD 461 juta pada kurun waktu yang sama di tahun 2022.
Dengan strategi manajemen yang efektif, Perusahaan mempertahankan neraca yang semakin solid. Sampai dengan akhir Juni 2022, total aset Perusahaan tercatat sebesar USD 1,97 miliar dengan total ekuitas USD 1,48 miliar.
Sejalan dengan arus kas dan EBITDA yang kuat,
Perusahaan juga memiliki posisi kas dan setara kas yang
solid sebesar USD 808 juta. Adapun Laba bersih per saham dibukukan sebesar USD 0,41.
Sepanjang paruh pertama 2022, ITM memproduksi batu
bara sebanyak 7,7 juta ton di tengah cuaca buruk dan
curah hujan yang tinggi. Volume penjualan tercapai
sebanyak 8,1 juta ton, yang dipasarkan ke Tiongkok (2,3
juta ton), Indonesia (1,8 juta ton), Jepang (1,3 juta ton),
Filipina (0,6 juta ton), Bangladesh (0,5 juta ton), dan
negara-negara lain di Asia Timur, Tenggara, Selatan serta
Oseania.
Untuk tahun 2022, Perusahaan menargetkan volume produksi antara 17,5-18,8 juta ton dengan volume penjualan sebesar 20,5-21,5 juta ton. Dari target volume penjualan tersebut, sebanyak 51% harga jualnya telah ditetapkan, 37% mengacu pada indeks harga batubara, sedangkan sisa 12% belum terjual.
Saat ini sektor pertambangan batu bara sebagai bisnis inti memberikan kontribusi pendapatan secara signifikan pada Perusahaan. Dua bidang usaha yang lain adalah jasa energi serta bisnis terbarukan dan lain-lain. (SB05)
BACA JUGA: Sempat Ditemui Ketua DPRD dan Wagub Lampung Massa Aksi Tolak BBM Naik Mengaku Kecewa
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 644
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 300
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 241
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 199
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 188
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 68
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 53
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 48
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 48
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 45
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 43
BERLANGGANAN BERITA