Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Sesuai instruksi mendagri dalam Rapat Koordinasi Penanganan Inflasi Daerah maka Pemerintah kota Bandarlampung melalui Satgas Pangan Kota Bandar Lampung melakukan pengawasan harga dan distribusi dari distributor ke Pasar tradisional sebagai upaya menjaga stabilitas distribusi dan harga bahan pokok.
Kadis Pangan Kota Bandar Lampung, I Kadek Sumartha mengatakan, pihaknya melakukan giat pengawasan dimulai pada pukul 08.00 Wib sampai pukul 12.00 Wib dengan mengunjungi beberapa pasar dan distributor untuk dilakukan pengecekan.
BACA JUGA: Pemprov Lampung Gelar Bimbingan Teknis Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku
"Tadi kita laksanakan giat di Pasar Kangkung, Pasar Gintung, Pasar Tamin, Distributor Beras Dua Daun, Distributor Sembako Toko Kembar Agung Teluk Betung dan Distributor CV Fajar Lestari kelurahan Ketapang Kuala," ungkapnya.
Lebih lanjut Kadek menyampaikan, dari hasil pengecekan harga di beberapa pasar dan distributor tersebut kita simpulkan harga komoditi pangan rata-rata level pedagang.
"Untuk harga Beras Rp 10.500; Tepung Terigu Rp 10.000; Bawang merah brebes Rp.30.000; Bawang putih Rp 20.000; Cabe besar Rp 90.000; Cabe rawit merah/setan Rp 60.000; Daging sapi Rp 130.000; Daging ayam Rp 27.500; Telur ayam Rp 28.000; Gula pasir Rp14.000; dan Minyak goreng Rp 14.000," jelasnya.
Kemudian, untuk pasokan komoditi pangan pokok lancar dan terjadi penurunan permintaan khususnya minyak goreng komersil.
"Karena masyarakat lebih memilih membeli minyak murah bulog," jelasnya.
Selanjutnya, kenaikan harga terjadi pada komoditi beras, daging, telur, tepung, dan minyak goreng.
"Harga di level distributor belum mengalami kenaikan karena masih menunggu keputusan penyesuaian harga pasca kenaikan BBM dari pabrik/produsen sembako," tuturnya.
Namun, harga pada level pedagang pasar sudah mengalami kenaikan yg disebabkan kenaikan biaya angkut dan penurunan permintaan produk," tututrnya.
Selain itu, pada giat ini dilakukan komunikasi, informasi dan edukasi langsung oleh tim Satgas Pangan kepada pedagang dan pengunjung pasar tentang Protokol Kesehatan (Prokes) serta menghimbau agar tidak mudah percaya isu kelangkaan dan melakukan penimbunan sembako.
"Sosialisasi terkait sertifikasi lumbung dan pemalsuan merek dagang kepada para distributor beras dilakukan," pungkasnya (Riduan)
BACA JUGA: Pemprov Lampung Gelar Bimbingan Teknis Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 653
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 305
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 267
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 242
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 203
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 192
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 99
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 62
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 58
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 58
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 55
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 53
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 50
BERLANGGANAN BERITA