Saibumi.com (SMSI), Kota Jogja - Dalam persiapan pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48, beragam rangkaian kegiatan dirancang oleh panitia. Salah satunya yang terus berjalan yaitu Muktamar Talk yang menjadi wahana penyediaan serba aneka informasi muktamar.
Menariknya, Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Gunawan Budianto, ketika menjadi pembicara Muktamar Talk, Jumat (5/8/2022) siang, mengatakan tidak ada satu pun tokoh Muhammadiyah yang mengatakan bahwa Muhammadiyah hanyalah untuk bangsa Indonesia.
BACA JUGA: Komplotan Spesialis Pembobol Gedung Perusahaan Diciduk
Menurut Gunawan Budianto, sebetulnya ajaran Al Ma’un yang disampaikan KH Ahmad Dahlan itu tak menyebutkan bangsa apa, tapi manusia dan kemanusiaan. “Sudah saatnya kita harus kembali kepada ide KH Ahmad Dahlan bahwa Muhammadiyah untuk manusia dan kemanusiaan, bukan khusus untuk satu bangsa dan negara,” katanya dilansir dari RRI.co.id.
Meski mengusung semangat kemanusiaan yang universal, namun pemikiran Islam di Muhammadiyah tidak merujuk pada semangat Pan-Islamisme. Gunawan Budianto menuturkan atas dasar semangat kemanusiaan itulah maka di berbagai daerah Muhammadiyah hadir dengan amal usahanya yang melayani tanpa memandang perbedaan.
“Kita lihat bagaiamana Universitas Muhammadiyah di Kupang itu mahasiswanya 80% non Islam. Di Sorong, di Unimuda juga demikian. Artinya apa? Muhammadiyah bukan gerakan eksklusif, tapi gerakan inklusi yang prioritasnya itu keluar dan itu tidak mengenal golongan, tidak mengenal agama,” ungkapnya.
INTERNASIONALISASI
Berbicara tentang internasionalisasi gerakan Muhammadiyah, menurut Gunawan, bukan berarti urusan sosial kemasyarakatan di Indonesia sudah selesai.
“Ini kita bicara Muhammadiyah untuk manusia dan kemanusiaan, di manapun!” tegasnya.
Untuk mempercepat internasionalisasi gerakan Muhammadiyah, Gunawan mengusulkan agar Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) harus menjadi motor perluasan konsep yang diusung Muhammadiyah.
“Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah sudah bukan lagi pabrik sarjana, tapi harus diubah menjadi sebuah proses yang menghasilkan sarjana internasional, yang siap berinteraksi dalam kawasan-kawasan internasional apakah regional ASEAN, Asia bahkan dunia,” ungkapnya.
KERJASAMA LUAR NEGERI
Rektor UMY juga mendorong pengiriman dosen-dosen PTMA untuk studi lanjut di luar negeri, mengirim para mahasiswa melaksanakan program pertukaran pelajar dan mendatangkan mahasiswa asing untuk kuliah di PTMA bisa menjadi jalan membuka internasionalisasi gerakan Muhammadiyah melalui PTMA.
Lewat kegiatan-kegiatan peningkatan atmosfer internasional dari masing-masing PTMA itu, menurut Gunawan, otomatis, pihak luar negeri, akan mengenal Muhammadiyah. Namun Gunawan juga mengingatkan tantangan dan kendala yang harus dihadapi yaitu kerja sama internasional yang tidak ditindak lanjuti aktifitas nyata serta penguasaan bahasa asing.
Ia juga menyinggung Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Dikti Litbang) yang perannya sudah cukup baik dalam mendorong PTMA untuk menjalin kerja sama dengan berbagai perguran tinggi di Eropa, Amerika dan Turki.
Namun sayangnya, tak semua PTMA tersebut melanjutkan kerja sama nyata dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri yang dikunjungi itu.
“Kalau 40 PTMA saja melakukan kerja sama internasional, saya yakin Muhammadiyah akan berkibar,” tegasnya pada acara diskusi yang dipandu Budi Santoso tersebut. (ONE)
BACA JUGA: Komplotan Spesialis Pembobol Gedung Perusahaan Diciduk
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 644
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 300
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 241
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 199
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 188
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 70
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 53
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 53
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 48
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 45
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 43
BERLANGGANAN BERITA