Foto: Head of Comrel and CID PHE OSES, Indra Darmawan | Saibumi.com/Riduan
Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Head of Comrel and CID PHE OSES, Indra Darmawan menjelaskan, terkait ganti rugi kepada masyarakat dan nelayan terdampak limbah menyerupai oli atau tar (aspal) berasal dari pipa migas milik PT Pertamina Hulu Energi Offshore South East Sumatera (PHE OSES) yang memenuhi bibir Pantai Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak berkompeten terkait hal tersebut.
"Jadi dari pihak berkompeten yang akan mengukur (pengganti rugian) itu. Kami dari pihak Pertamina tunduk pada keputusan dari pihak kompeten itu. Untuk ganti rugi, selama dari pihak berkompeten itu mengatakan terkait ganti rugi, tentunya nanti ada alat ukur yang digunakan menjadi dasar kebijakan tersebut. Jadi dari pihak berkompeten memutuskan apa, kemudian alat ukurnya tepat bisa dibuktikan dengan apa yang terjadi, kita lihat langkah selanjutnya," ungkapnya saat diwawancarai, Jumat (29/7/2022) di Hotel Sheraton, Bandar Lampung.
Lebih lanjut ia menuturkan, adapun terkait pendataan ganti rugi, Indra mengatakan, bahwa pendataan itu, ada pihak-pihak terkait yang lebih berwenang tentang hal tersebut.
"Tentunya temen-temen perlu tanya ini kepada pihak-pihak terkait apakah ada laporan tersebut, kemudian nanti ada mekanismenya. Kami saat ini melihat dengan informasi yang ada, kami kembangkan informasi tersebut. Tapi, kami mendengar dan kami coba kumpulkan semua informasi-informasi yang ada. Tahap-tahapnya kita ikuti," jelasnya.
Kemudian, disinggung pencemaran bukan hanya tahun ini (2022) terjadi, menurut Indra dirinya tidak berwenang untuk menjawab hal tersebut.
"Ada pihak yang perlu ditanyakan, kalau saya itu bukan ranah saya untuk menjawab hal tersebut," tuturnya.
Selanjutnya terkait kebocoran pipa, seperti apa ranah PHE OSSES dalam hal ini.
"Kami tentunya mencegah untuk tidak meluas, seperti yang kita lakukan. Tahapan sampai mana? Untuk kelola itu bukan di ranah kami. Jadi kita ikuti saja," imbuhnya.
Selain itu, saat ditanya saran untuk segera mengganti pipa yang mengalami kebocoran.
"Itu menjadi bagian dalam proses kami untuk ke arah sana, jadi kami melalui keterangan resmi sudah menjelaskan ada proses engineering dan lainnya, proses itu sudah dilakukan. Karena ini kan ada dibawah laut tentunya harus hati-hati di jalankan, sehingga kegiatan tersebut bisa berjalan dengan baik. Proses sedang berjalan, cuma memang ada faktor pengadaan barang yang masih belum tersedia. Namun, proses itu terus berjalan," ujar Indra.
Indra Darmawan juga menyampaikan, bahwa proses penggantian pipa itu harus dilakukan secara hati-hati. Dikarenakan penggantian pipa tersebut berada di 30 meter dibawah laut.
"Jadi butuh persiapan khusus yang harus dilakukan. Semua ini, masih terus ditelaah prosesnya, karena masih dalam proses penelaahan, kita tunggu saja karena nanti ada pihak kompeten yang akan memproses itu semuanya," pungkasnya. (Riduan)
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 644
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 300
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 241
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 199
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 188
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 68
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 53
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 48
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 48
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 45
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 43
BERLANGGANAN BERITA