Logo Saibumi

Marak Aksi Tawuran yang Melibatkan Pelajar SMA/K, Ini Kata Kadisdik Lampung

Marak Aksi Tawuran yang Melibatkan Pelajar SMA/K, Ini Kata Kadisdik Lampung

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Sulpakar menanggapi terkait maraknya aksi anak-anak SMA/K yang dalam beberapa waktu terakhir ini terlibat tawuran. 

 

Menurutnya, pihaknya terus melakukan pengawasan dan ajakan kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota hingga sekolah-sekolah untuk memberikan perhatian kepada pelajar untuk selalu berkelakuan baik.

BACA JUGA: Kebakaran Kembali Terjadi di Bandar Lampung

 

"Sebagaimana kita ketahui, bukan hanya di Lampung, namun juga di beberapa daerah. Jadi untuk di Lampung ini anak-anak kita membentuk kelompok baik itu motor, dan lainnya. Dan akhir-akhir ini mereka banyak yang berulah," ungkapnya, Rabu (13/7/2022). 

 

Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa ada beberapa langkah yang dilakukan, yang pertama menjelang kelulusan dan penerimaan ini intens berhubungan atau berkoordinasi dengan orang tua atau wali anak-anak kita. 

 

"Dan sekarang sudah mulai tertekan, terbukti dari saat pengumuman kelulusan situasi berlangsung aman," tuturnya. 

 

Kemudian, hal senada juga dilakukan saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) hal itu dilakukan guna mengantisipasi semua kejadian. 

 

"Agar semua dapat berjalan dengan sebaiknya. Jadi memang ada tapi tidak marak. Hanya kelompok-kelompok kecil yang sudah kita atasi," imbuhnya. 

 

Selanjutnya, langkah yang kedua adalah berkoordinasi dengan aparatur keamanan yang dalam hal ini ialah pihak Kepolisian. 

 

"Jadi hampir setiap malam, pihak kepolisian selalu patroli guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," jelasnya. 

 

Sulpakar menambahkan, sebagai contoh yang telah pihaknya lakukan terkait dengan yang telah terjadi yaitu dengan cara memberikan pembinaan kepada anak-anak. 

 

"Dan ada beberapa terjadi, coba-coba tawuran dan sudah kita antisipasi, dan kami langsung cepat berkoordinasi, anak-anak kita panggil dilakukan pembinaan. Kami tidak memberikan sanksi tapi kami memberikan pembinaan melalui guru agama dan guru ppkn. Kami kumpulkan selama satu minggu kami beri tugas untuk membentuk suatu karakter anak tersebut. Jadi bukan sanksi pemberhentian, akan tetapi pembinaan," ujarnya. 

 

Pihaknya juga melakukan penegasan ke sekolah juga, dengan cara melakukan imbauan serta sosialisasi saat masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). 

 

"Jadi, ada beberapa yang ditekankan seperti kita lakukan persatuan baris berbaris disiplin bagi siswa-siswi melalui TNI, Polri, kemudian bahaya narkoba dan pembinaan pelajaran agama jadi ini yang kami tekankan agar siswa terbentuk karakter yang baik," pungkasnya. (Riduan)

BACA JUGA: Kebakaran Kembali Terjadi di Bandar Lampung

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA