Foto: Saibumi.com/Riduan
Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Seperti kata pepatah, 'hidup itu ibarat roda pedati, kadang di atas, kadang di bawah', hal itu yang dialami Cakarmanto mantan Atlet Tinju Nasional asal Lampung yang kini bekerja sebagai Office Boy (OB) di KONI Lampung.
Pria yang kelahiran 5 Desember 1965 tersebut, merupakan mantan atlet tinju Lampung yang pernah membawa nama Lampung di ajang PON pada tahun 1985 di Jakarta.
BACA JUGA: Oiiii, Sipit Bela Arab Oleh Jaya Suprana
Saat diwawancarai, Pak Cakar (Sapaan) mengatakan menjadi seorang atlet saat ini sangat luar biasa mendapatkan banyak hal seperti uang binaan dan lain-lain.
"Kalau sekarang mah enak, mau latihan pakai mobil khusus, kalau jaman dulu saya harus jalan kaki ke tempat latihan," ungkapnya, Selasa (7/6/2022).
Lebih lanjut ia menuturkan, dirinya menjadi atlet kurang lebih 10 tahun mulai dari tahun 1980 hingga 1990.
"Memang tidak ada yang bisa dibanggakan dari saya, hanya menang kompetisi tingkat daerah, secara nasional hanya sampai 8 besar PON saja. Dulu kita saat pra pro urutan tiga besar, kemudian saat PON di Jakarta itu peringkat delapan," jelasnya.
Kemudian, ia menyampaikan pada kala itu, yang dicarinya bukan penghasilan. Melainkan, nama dan kebanggaan bisa mengharumkan nama Provinsi
"Dulu tidak ada duitnya, tetapi motivasi kita dulu sangat tinggi, yang dulu kita kejar bukan duit, tapi nama," bebernya.
Disinggung, terkait siapa yang mengajak untuk bekerja menjadi office boy.
"Saya ditawari kawan dulu, sempat kerja yang lain. Namun, karena saya pernah kerja di hotel sebagai room boy jadi saya terima tawaran ini," tuturnya.
Ia juga mengungkap, tidak mempermasalahkan akhirnya hanya menjadi seorang OB.
"Ditempat kerja lama saya mengundurkan diri, kemudian di minta kerja di sini. Kalau Gaji di sini yah sesuai UMR Pemprov Lampung lah, tapi saya juga dikasih keistimewaan, dimana saya masih diperbolehkan mencari pekerjaan lain di luar," imbuhnya.
Meskipun hanya sebagai petugas kebersihan, Manto tetap bersyukur dirinya masih dilihat dan diperhatikan.
"Ada teman atlet juga, sekarang jadi tukang Parkir di stadion Pahoman, dulu dia Atlet Lari namanya Jai," katanya.
Ia berpesan kepada para mantan-mantan atlet atau yang sekarang menjadi atlet, usai mengabdi yah kerjakan apa yang ada, Jang menunggu bantuan dari orang lain untuk hidup.
"Bukan tidak mau bantuan, yah tentu mau bantuan, baik dari pemerintah. Tapi kan pemerintah banyak yang dipikirin, buka atlet-atlet saja, jadi jangan berkecil hati, tetap semangat menjalani hidup," pungkasnya. (Riduan)
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 642
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 295
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 265
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 234
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 197
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 186
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 38
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 35
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 34
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 31
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 30
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 29
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 25
BERLANGGANAN BERITA