Logo Saibumi

Tiba Dini Hari, Pemudik Pejalan Kaki Menginap di Pelabuhan Bakauheni

Tiba Dini Hari, Pemudik Pejalan Kaki Menginap di Pelabuhan Bakauheni

Ilustrasi Arus Mudik / Foto: Dok.freepik

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Pemudik pejalan kaki dari Pelabuhan Merak, Banten, tiba di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan sekitar pukul 00.03 Wib terpaksa menginap di ruang tunggu lantai 1 dan lantai 2 yang tak jauh dari gang way di dermaga 1 dan dermaga 2.

 

Mereka lebih memilih memulihkan stamina dengan beristirahat sejenak di ruang tunggu ketimbang harus melakukan perjalanan yang jauh.

BACA JUGA: Puncak Arus Mudik 2022, Diperkirakan 18.504 Pemudik Sepeda Motor Tiba di Bakauheni

 

Seperti yang diungkapkan Ibu Madinah seorang ibu yang berasal dari Cilamaya, Kabupaten Karawang menceritakan bahwa ia berangkat mudik dari daerahnya sekitar pukul 02.00 Wib dengan menggunakan travel. 

 

"Ketika memasuki ruas jalan tol cikampek-jakarta keadaan sudah sangat macet, dikarenakan telah diterapkan one day. Jadi muter-muter Karawang situlah sampa baru masuk Merak dan masuk ke kapal itu sekitar jam 6 sore. Itu juga masuk ke kapal juga itu macet sampai 5 jam," ungkapnya saat diwawancarai, Sabtu (30/4/2022) dini hari. 

 

Lebih lanjut ia mengatakan, kepadatan di Pelabuhan Merak yang membuatnya harus rela mengantri guna bisa masuk ke kapal.

 

"Itu yang lama yang panjang sampai berjam-jam itu Iya kalau di kapalnya sekitar 3 jam baru nyampe di pelabuhan Bakauheni," jelasnya. 

 

 

Madinah pun menceritakan bahwa ia berencana hendak ke daerah Way Jepara Lampung Timur.

 

"Ke rumah orang tua saya," tukas Madinah. 

 

Hal senada disampaikan Agus Setiawan, seorang pria berusia 25 tahun itu menuturkan, euforia masyarakat yang telah diizinkan kembali mudik lebaran menjadi salah satu alasan kepadatan terjadi. 

 

"Saya juga seneng sih bisa mudik lagi, udah hampir 2 tahun enggak pulang kampung. Alhamdulillah tahun ini bisa pulang," beber Agus. 

 

Meski begitu banyak rintangan yang harus ia lalui dalam menggapai usahanya untuk bisa sampai ke kampung halaman. 

 

"Waktu di jalan itu macet itu udah panas udah hujan panas, hujan begini, cuaca gak bagus bikin badan gak enak. Terus mau makan juga bingung mau cari di mana, buka puasa apa, alhasil badan badan mudah capek," ujar Agus. 

 

Disinggung terkait harapan untuk Pemerintah, menurutnya ke depan mungkin bisa lebih disiapkan lagi terkait mekanisme dan lain sebagainya. 

 

"Mungkin tahun ini kaget, karena udah lama enggak ada mudik. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi," pungkasnya. (Riduan)

BACA JUGA: Puncak Arus Mudik 2022, Diperkirakan 18.504 Pemudik Sepeda Motor Tiba di Bakauheni

#

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA